Sumbawanews.com,- Kegagalan Timnas Indonesia melangkah ke babak gugur Piala AFF 2026 memicu gelombang kerinduan publik terhadap Shin Tae-yong, pelatih yang membawa skuad Garuda meraih runner-up di Piala AFF 2020. Kekalahan di fase grup kali ini, di bawah asuhan John Herdman, memperdalam perbandingan tajam antara pencapaian masa lalu dan kegagalan terkini, membuat nama Shin kembali menjadi sorotan di media sosial dan ruang diskusi sepak bola Tanah Air.
Meski popularitasnya melejit kembali karena nostalgia keberhasilan di turnamen regional, Shin Tae-yong kini secara resmi fokus pada tugas barunya sebagai pelatih Persija Jakarta. Ketua Umum The Jakmania, Muhammad Aditya Putra, menegaskan bahwa pelatih asal Korea Selatan itu sepenuhnya menjadi milik Macan Kemayoran. “Yang bisa disampaikan adalah Shin Tae-yong sebagai pelatih Persija, itu saja,” ujar Aditya di Jakarta, Minggu (9/8/2026).
Manajemen Persija telah mengikat Shin dengan kontrak tiga musim, dan di musim pertamanya, ia langsung dibebani target juara Liga Super Indonesia 2026-2027. Presiden Persija, Pramono Anung, bahkan secara terbuka menekankan kewajiban itu di hadapan Shin, menegaskan bahwa keberhasilan tim ibu kota menjadi prioritas utama.
Sementara itu, kegagalan Timnas Indonesia di Piala AFF 2026—yang diharapkan bisa meraih gelar—semakin memperkuat narasi bahwa masa kejayaan di bawah Shin Tae-yong mungkin belum tergantikan. Namun, hingga kini, tidak ada indikasi bahwa Shin akan kembali menangani tim nasional. Fokusnya, seperti ditegaskan oleh para pengurus Persija, tetap pada upaya membawa klub ibu kota kembali ke puncak.















