Sumbawanews.com,- Asosiasi Sepak Bola Korea Selatan (KFA) menjatuhkan sanksi disiplin terhadap pelatih Persija Jakarta, Shin Tae-yong, terkait insiden yang terjadi saat ia menangani klub Ulsan HD pada Desember 2025. Keputusan ini diumumkan pada awal Juli 2026 setelah Komite Disiplin KFA menggelar rapat tertutup, namun rincian hukuman tidak diungkapkan karena pertimbangan privasi. Insiden tersebut diduga melibatkan tindakan kekerasan terhadap pemain Jung Seung-hyun, yang memicu kontroversi dan akhirnya membuat Shin meninggalkan Ulsan HD setelah hanya dua bulan menjabat. Meski sanksi berlaku di Korea Selatan, ia tetap boleh menjalankan tugasnya sebagai pelatih Persija Jakarta, yang telah ia pimpin sejak Juni 2026.
Reaksi masyarakat di kawasan ASEAN pun bervariasi. Di Indonesia, sebagian warga memahami bahwa sanksi tersebut bersifat lokal dan tidak memengaruhi karier Shin di Indonesia, mengingat kontribusinya dalam membawa Timnas Indonesia melangkah ke putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026. Sementara itu, di negara-negara lain seperti Thailand, Malaysia, dan Vietnam, muncul diskusi di media sosial tentang perbedaan perlakuan terhadap pelatih asing di berbagai asosiasi sepak bola. Beberapa pengamat menyebut bahwa kasus ini mengungkap ketimpangan dalam penerapan disiplin sepak bola antar-negara, terutama saat pelatih asing menjadi subjek investigasi. Namun, tidak ada pernyataan resmi dari federasi sepak bola ASEAN maupun PSSI terkait sanksi ini.
Shin Tae-yong kini fokus mempersiapkan Persija Jakarta menghadapi kompetisi musim baru, sambil tetap menjadi bagian penting dari struktur kepelatihan Timnas Indonesia di bawah John Herdman. Hingga kini, ia belum memberikan pernyataan publik tentang sanksi yang dijatuhkan KFA.















