Sumbawanews.com,- Pelatih timnas Ekuador, Sebastian Beccacece, mengundurkan diri setelah timnya tersingkir di babak 32 besar Piala Dunia 2026. Keputusan itu diumumkannya usai kekalahan 0-2 dari Meksiko di Stadion Azteca, Mexico City, pada Rabu pagi, 1 Juli 2026, waktu WIB. Kekalahan itu mengakhiri harapan La Tri untuk melampaui pencapaian terbaiknya di turnamen ini, yakni tembus 16 besar pada Piala Dunia 2006. Beccacece menyatakan bahwa kontraknya berakhir setelah turnamen, dan ia merasa gagal memenuhi target yang telah ditetapkan bersama tim.
Ekuador lolos ke fase gugur sebagai salah satu tim peringkat ketiga terbaik, setelah sebelumnya menang 2-1 atas Jerman dalam laga penentu Grup E. Namun, di hadapan publik tuan rumah, mereka tak mampu menahan serangan Meksiko yang dibobol oleh gol Julian Quinones dan Raul Jimenez. Beccacece, yang menangani tim sejak 2023, mengakui bahwa ambisi menjadikan Piala Dunia 2026 sebagai momen tercemerlang sejarah sepak bola Ekuador tak tercapai. “Kontrak kami selesai setelah Piala Dunia. Kami belum mampu memenuhi target yang kami tetapkan untuk tampil sebaik mungkin dalam sejarah kami di turnamen ini. Karena itu, sekarang saatnya saya berpamitan,” katanya, seperti dilansir Reuters.
Mundurnya Beccacece menambah daftar pelatih yang mengakhiri masa jabatannya setelah timnya tersingkir di Piala Dunia 2026. Ia menjadi pelatih keenam yang mengundurkan diri, menyusul Sabri Lamouchi (Tunisia), Steve Clarke (Skotlandia), Miroslav Koubek (Republik Ceko), Hong Myung-bo (Korea Selatan), dan Ronald Koeman (Belanda). Posisinya kini menjadi tugas besar bagi Federasi Sepak Bola Ekuador, yang harus segera menentukan pengganti untuk membangun tim menjelang kualifikasi Piala Dunia 2030.
Dengan kekalahan ini, Ekuador kembali gagal melangkah jauh di ajang global setelah pencapaian impresif pada 2006 — ketika tim asuhan Hernán Darío Gómez menembus babak 16 besar, menyingkirkan tim-tim besar seperti Polandia dan Portugal. Kini, generasi emas yang dipimpin Moises Caicedo dan kolega harus mengubur mimpi besar mereka di tanah Meksiko, dan membiarkan Beccacece meninggalkan kursi kepelatihan dengan tanda tanya tentang masa depan sepak bola negeri Andes itu.















