Sumbawanews.com,- Pelatih tim nasional Argentina, Lionel Scaloni, belum mengambil keputusan mengenai masa depannya di kursi kepelatihan setelah timnya kalah dari Spanyol di final Piala Dunia 2026. Ia mengaku membutuhkan waktu untuk merefleksikan semua yang terjadi dan mempertimbangkan langkah selanjutnya, baik bagi dirinya maupun tim nasional.
Kekalahan 1-0 atas Spanyol di final yang berlangsung di Stadion MetLife, New Jersey, menjadi puncak perjalanan Argentina di turnamen tersebut. Meski tampil gigih dan mengandalkan kecerdasan taktis Lionel Messi, La Albiceleste gagal menembus pertahanan rapat Spanyol yang dipimpin oleh Rodri dan Lamine Yamal. Gol tunggal Ferran Torres di menit ke-67 menjadi penentu sejarah, sekaligus mengukuhkan Spanyol sebagai juara dunia untuk pertama kalinya sejak 2010.
Scaloni, yang memimpin Argentina sejak 2018 dan membawa tim meraih gelar Piala Dunia 2022, mengakui bahwa kekalahan ini meninggalkan luka mendalam. Namun, ia menekankan bahwa keputusan soal kelanjutan karier kepelatihannya bukan hal yang bisa diambil secara impulsif. “Ini bukan hanya soal menang atau kalah. Ini soal hati, soal beban, dan soal apa yang terbaik untuk masa depan sepak bola Argentina,” ujarnya dalam konferensi pers pasca-laga.
Sementara itu, para pemain seperti Enzo Fernández dan Nahuel Molina menjadi sorotan karena insiden di akhir laga—Molina sempat memukul Rodri saat perayaan juara, sementara Fernández diusir wasit setelah menerima kartu kuning kedua dalam situasi kontroversial. Messi, yang kembali tampil impresif, memilih merenung di tengah lapangan usai peluit panjang berbunyi, menandai kemungkinan besar ini adalah penampilan terakhirnya di pentas Piala Dunia.
Kepastian soal keberlanjutan Scaloni diharapkan akan diumumkan dalam waktu dekat, mengingat tekanan besar dari publik Argentina yang masih berharap timnya bisa kembali bangkit. Sementara itu, pihak federasi sepak bola negara itu telah mulai mempertimbangkan sejumlah kandidat pelatih, termasuk pelatih muda berbakat dari Eropa yang pernah sukses membawa tim nasional junior meraih gelar.















