Sumbawanews.com,- Pelatih tim nasional Spanyol, Luis de La Fuente, menegaskan bahwa meragukan kemampuan Rodri merupakan bentuk penghinaan terhadap kecerdasan sepak bola. Pernyataan itu dilontarkan usai Rodri menjadi tulang punggung La Furia Roja dalam perjalanan meraih gelar juara Piala Dunia 2026, meski sebelumnya performanya dipertanyakan sepanjang musim 2025/2026 bersama Manchester City.
Rodri, gelandang asal Madrid yang baru pulih dari cedera ACL pada musim sebelumnya, dinilai belum kembali ke puncak performanya di level klub. Kondisi itu turut memengaruhi daya saing Manchester City di Liga Inggris, yang gagal mengejar Arsenal dalam persaingan juara. Namun, di kancah internasional, ia justru tampil sebagai mesin pengatur ritme yang tak tergantikan, memimpin dominasi Spanyol sepanjang turnamen.
De La Fuente tak segan menegaskan bahwa bahkan jika Rodri hanya berada di level 50% dari kemampuan terbaiknya, ia tetap lebih unggul daripada sebagian besar pemain di posisinya. “Dia adalah pemain terbaik di dunia di posisinya,” tegasnya dalam wawancara dengan TVE, menambahkan bahwa Martin Zubimendi—yang juga dianggap sebagai salah satu gelandang terbaik—masih berada di bawahnya.
Pernyataan itu sekaligus menjadi respons tegas terhadap spekulasi publik dan media yang meragukan kontribusi Rodri menjelang Piala Dunia 2026. Kini, dengan trofi juara di tangan, keputusan De La Fuente untuk mempercayai Rodri terbukti sebagai langkah brilian yang mengubah keraguan menjadi legenda.















