Sumbawanews.com,- Real Madrid meraih kemenangan telak 4-0 atas Malaga di Stadion Santiago Bernabeu pada Sabtu, 30 Agustus 2026, malam WIB, dalam lanjutan La Liga 2026/2027. Gol-gol Los Blancos dicetak oleh Jude Bellingham pada menit ke-12, gol bunuh diri Alfonso Herrero akibat tekanan dari Bellingham pada menit ke-28, dan Arda Guler pada menit ke-90+1, sementara gol ketiga dihasilkan dari assist Bellingham yang memicu kekacauan di pertahanan lawan. Kemenangan ini mempertahankan catatan sempurna Madrid di liga, dengan sembilan poin dari tiga pertandingan, mencetak 10 gol dan hanya kebobolan dua kali.
Jude Bellingham, gelandang asal Inggris berusia 23 tahun, menjadi sosok paling menonjol dalam kemenangan ini. Ia mencetak gol pembuka, menjadi penggerak utama di balik gol kedua, dan mendapat standing ovation saat ditarik keluar pada menit ke-78. Di bawah arahan pelatih Jose Mourinho, Bellingham mengaku menikmati kebebasan bergerak yang lebih luas—baik maju ke kotak penalti maupun turun membantu permainan dari zona belakang. “Sekarang saya bermain sedikit lebih bebas, dengan keleluasaan untuk bergerak lebih jauh ke depan atau ke belakang lapangan, tergantung pada kebutuhan tim. Saya sangat menikmatinya, itulah sebabnya saya bermain dengan baik,” ujarnya dalam wawancara pasca-laga dengan Real Madrid TV.
Namun, meski timnya menang besar, Bellingham tidak ragu mengkritik performa timnya di 20 menit terakhir pertandingan. “Kami bermain fantastis di babak pertama. Namun, 20 menit terakhir sangat buruk. Saya tidak tahu mengapa, tetapi performa kami saat itu tidak bagus,” tegasnya. Meski Arda Guler menutup kemenangan dengan gol keempat di masa tambahan waktu, Bellingham menilai penurunan intensitas dan kedisiplinan taktis tim jelas terlihat dan perlu segera diperbaiki.
Dengan kemenangan ini, Real Madrid memimpin klasemen La Liga tanpa terkalahkan. Namun, sikap kritis Bellingham menunjukkan bahwa ambisi klub tidak hanya berhenti pada hasil, tapi juga pada kualitas permainan. Di bawah Mourinho, Madrid tampak semakin dinamis, tetapi kestabilan mental dan konsistensi selama 90 menit menjadi tantangan utama ke depan.















