Sumbawanews.com,- Puluhan ribu pelari dari 48 negara memadati Gelora Bung Karno, Jakarta, pada 24–25 Oktober 2026, dalam ajang myBCA Jakarta Running Festival (JRF) 2026. Meski cuaca ibu kota terasa panas dan lembap akibat kemarau panjang, antusiasme peserta tak terbendung, dengan total peserta mencapai lebih dari 37.000 orang yang mengikuti empat kategori: full marathon, half marathon, 10K, dan 5K. Lomba dibagi dalam dua hari: 10K dan half marathon digelar pada Sabtu, 24 Oktober, sementara full marathon dan 10K berlangsung pada Minggu, 25 Oktober. Puncak acara terjadi saat HYDROPLUS Marathon—full marathon berlabel World Athletics—dibuka pukul 04.00 WIB dari Istora Senayan, diikuti lebih dari 4.500 pelari, termasuk 10 atlet elite, menempuh jarak 42,195 kilometer.
Project Director JRF 2026, Dickie Widjaja, menyebut partisipasi dan antusiasme tahun ini melonjak signifikan dibanding edisi sebelumnya. Peningkatan ini, menurutnya, didorong oleh reputasi JRF sebagai ajang lari bergengsi, yang tahun ini resmi menyandang status World Athletics Label untuk kategori full marathon dan World Athletics Gold Label untuk half marathon. Namun, pertumbuhan peserta juga memaksa penyelenggara memperkuat fasilitas, standar kompetisi, dan keselamatan. Untuk mengatasi risiko dehidrasi di cuaca ekstrem, penyelenggara bekerja sama dengan HYDROPLUS menyediakan 32 stasiun isotonic di sepanjang rute, memastikan kebutuhan cairan 37.000 pelari—termasuk 1.200 pelari internasional—terpenuhi secara optimal.
Sebagai Official Isotonic Drink, HYDROPLUS menjadi tulang punggung sistem hidrasi yang menunjang kenyamanan dan keselamatan peserta di tengah teriknya cuaca Jakarta. Dengan infrastruktur yang matang dan dukungan teknis yang presisi, JRF 2026 tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga bukti kemampuan Indonesia menyelenggarakan event internasional berstandar dunia.















