Sumbawanews.com,- Petinju asal Puerto Rico, Prichard Colon, meninggal dunia pada usia 33 tahun pada Kamis, 13 Agustus 2026, setelah berjuang selama 11 tahun dengan cedera otak parah yang dideritanya sejak pertandingan melawan Terrel Williams pada 2015. Kabar duka ini diumumkan oleh ayahnya, Richard Colon, melalui media sosial, di mana ia menulis, “Dengan perasaan menyesal, saya mengabarkan bahwa putra saya Prichard telah meninggal dunia. Dia kini ada di tempat yang lebih baik.” Richard juga meminta doa dan cinta dari para penggemar yang telah mendukung putranya selama bertahun-tahun.
Colon dikenal sebagai salah satu petinju muda paling berbakat di masanya, dengan rekor tak terkalahkan 16-0, di mana 13 kemenangannya diraih lewat knockout. Namun, karier cemerlangnya berubah drastis setelah laga melawan Williams pada 2015, di mana ia menerima serangkaian pukulan ke bagian belakang kepala meski sudah memprotes wasit. Ia terjatuh di ronde kesembilan dan setelah pertandingan didiagnosis mengalami pendarahan otak, lalu masuk dalam kondisi koma selama 221 hari.
Meski akhirnya sadar, Colon tidak pernah sepenuhnya pulih. Ia kehilangan kemampuan berbicara dan berjalan, dan menghabiskan sisa hidupnya dalam perawatan intensif dari keluarga. Kematian Colon pada 13 Agustus 2026 menjadi penutup tragis dari perjalanan seorang atlet yang berkorban demi olahraga, sekaligus pengingat keras akan risiko mematikan dalam tinju profesional.















