Sumbawanews.com,- Jumat, 10 Juli 2026, dini hari WIB, pertandingan perempat final Piala Dunia antara Prancis dan Maroko akan berlangsung dengan catatan penting: gelandang serang Prancis, Michael Olise, berisiko absen di semifinal jika menerima kartu kuning kedua. Olise sudah mengantongi satu kartu kuning sejak laga babak 16 besar melawan Paraguay, ketika ia dinyatakan melakukan pelanggaran dengan menarik jersey pemain lawan, Matias Galarza. Meski Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) mengajukan banding ke FIFA, permohonan itu ditolak, sehingga status kartu kuningnya tetap berlaku.
Pelatih Prancis, Didier Deschamps, mengonfirmasi bahwa FIFA mempertahankan keputusan wasit, sehingga Olise kini berada di ambang skorsing satu pertandingan jika kembali mendapat kartu kuning dalam laga melawan Maroko. Kehilangan Olise akan menjadi pukulan berat bagi Les Bleus, mengingat ia telah menyumbang lima assist sejauh ini dan menjadi salah satu penggerak utama serangan tim asuhannya.
Dengan pertandingan yang berlangsung di Stadion Boston, semua mata tertuju pada bagaimana Olise mengelola emosinya di tengah tekanan pertandingan berlevel tinggi. Jika ia mampu menjaga disiplin, Prancis akan tetap utuh dalam lini tengahnya. Namun, jika kartu kuning kedua datang, maka kehadirannya di semifinal — jika Prancis lolos — akan terancam.
Saat ini, Olise menjadi salah satu pemain kunci yang menjadi penentu ritme serangan Prancis, dan keberadaannya di lapangan menjadi faktor strategis yang tak bisa diabaikan.















