Sumbawanews.com,- Timnas Prancis dan Inggris akan saling berhadapan dalam laga perebutan peringkat tiga Piala Dunia 2026 pada Minggu, 19 Juli 2026, pukul 04.00 WIB, di Hard Rock Stadium, Miami, Amerika Serikat. Kedua tim, yang sama-sama gagal melangkah ke final setelah kalah di semifinal, siap memperebutkan medali perunggu sekaligus memulihkan harga diri setelah kekecewaan beruntun. Laga ini bukan sekadar bentuk konsolasi, tapi ajang bergengsi yang menjanjikan poin FIFA lebih tinggi dan bonus finansial besar dari FIFA.
Meski tak sebesar final, laga perebutan peringkat tiga dikenal sering memicu permainan terbuka dan serangan mematikan. Sejarah mencatat, pada Piala Dunia 1958, Prancis menghancurkan Jerman Barat 9-3, dengan Just Fontaine mencetak empat gol—sebuah catatan yang masih menjadi rekor individu hingga kini. Kedua tim, Prancis yang dikendalikan Didier Deschamps dan Inggris yang baru saja kalah dari Spanyol 0-2, memiliki motivasi kuat untuk tampil maksimal. Bagi Prancis, kekalahan 0-2 dari Spanyol akibat gol Mikel Oyarzabal dan Pedro Porro menjadi beban psikologis yang harus diubah menjadi semangat balas dendam.
Bagi Inggris, kemenangan di laga ini bukan hanya soal prestasi, tapi juga pengakuan global atas konsistensi performa. Bonus finansial dan peningkatan peringkat FIFA menjadi insentif tambahan yang tak bisa diabaikan. Dengan stadion megah di Miami sebagai latar, dan dua tim Eropa paling bersejarah saling beradu, pertandingan ini diprediksi bakal menjadi laga penuh gengsi, intensitas tinggi, dan potensi hujan gol—seperti yang sering terjadi di babak perebutan peringkat tiga.
Laga ini menjadi penutup spektakuler sebelum final antara Spanyol dan Argentina berlangsung, dan menjadi momen terakhir bagi para pemain untuk membuktikan diri di panggung dunia sebelum turnamen berakhir.















