Sumbawanews.com,- Perdana Menteri Inggris Andy Burnham mengecam rencana FIFA untuk menjual saham aset Piala Dunia kepada investor swasta, menyatakan bahwa turnamen sepak bola paling bergengsi di dunia bukanlah barang dagangan. Kritik ini muncul setelah UEFA sebelumnya menyuarakan penolakan tegas terhadap proposal pembentukan FIFA Forward Enterprise (FFE), sebuah entitas komersial bernilai 20 miliar dolar AS yang dirancang untuk mengelola hak bisnis Piala Dunia dan Piala Dunia Antarklub. Burnham, yang dikenal sebagai pendukung setia Everton, menekankan bahwa nilai Piala Dunia dibangun oleh jutaan suporter selama puluhan tahun, bukan oleh lembaga atau pengusaha mana pun.
Rencana Presiden FIFA Gianni Infantino untuk menggandeng investor seperti Thrive Eternal milik Joshua Kushner memicu gelombang kekhawatiran di seluruh dunia sepak bola. UEFA telah menegaskan bahwa sepak bola bukan aset yang bisa diperjualbelikan, sambil mempertanyakan transparansi penerima keuntungan dan mendesak FIFA agar tidak memaksakan keputusan dengan tenggat waktu yang sempit. Kritik pun meluas ke tingkat politik, dengan Burnham menyoroti bahwa komersialisasi berlebihan akan merusak esensi spiritual dan kolektif dari permainan yang menjadi bagian identitas bangsa-bangsa.
FIFA berdalih bahwa dana hasil investasi akan dialirkan ke program pengembangan sepak bola melalui inisiatif FIFA Forward untuk 211 asosiasi anggota. Namun, banyak pihak, termasuk federasi sepak bola di Eropa dan Asia, mempertanyakan apakah keuntungan jangka panjang benar-benar akan sampai ke akar rumput, atau hanya memperkaya segelintir pihak swasta. Dengan semakin banyaknya suara dari pemangku kepentingan—dari liga, klub, hingga suporter—tekanan terhadap FIFA semakin menguat untuk membatalkan rencana yang dianggap mengkhianati semangat olahraga murni.















