Sumbawanews.com,- Persik Kediri tumbang tanpa mencetak satu gol pun dalam Piala Gubernur Malaka yang berlangsung pada 14 dan 18 Agustus 2026 di Malaysia. Tim asuhan Marcos Reina kalah telak 0-4 dari Phnom Penh Crown, klub papan atas Liga Kamboja, lalu kembali ditaklukkan 0-1 oleh Jurong FC dari Liga Singapura, sehingga finis di posisi terbawah. Meski gagal meraih poin, pemain tengah Zanadin Fariz menilai turnamen ini memberikan pengalaman berharga untuk mengukur kesiapan skuad menghadapi tantangan di Super League 2026-2027.
Zanadin mengaku tidak berkecil hati atas hasil tersebut. Ia menekankan bahwa menghadapi tim-tim kuat dari Asia Tenggara menjadi ukuran nyata sejauh mana Persik Kediri siap bersaing di level regional. “Turnamen yang sangat bagus bagi kami. Karena Persik Kediri melawan tim-tim kuat dari Asia Tenggara. Ini baik juga untuk para peserta yang akan berlaga di kompetisi negaranya,” ujarnya dikutip dari laman resmi i.League, Minggu (23/8/2026).
Kegagalan mencetak gol dalam dua laga menjadi titik fokus evaluasi pelatih Marcos Reina menjelang kompetisi domestik. Sementara itu, manajemen Persik terus mempercepat persiapan Stadion Brawijaya sebagai markas baru menjelang dimulainya Super League 2026-2027. Dengan pengalaman ini, skuad Kediri berharap bisa bangkit lebih kuat saat kembali bertanding di kancah nasional.















