Sumbawanews.com,- Persija Jakarta memperlihatkan transformasi besar dalam gaya bermain saat mengalahkan Brisbane Roar dengan skor telak 4-0 pada laga uji coba internasional di Jakarta International Stadium, Sabtu, 29 Agustus 2026. Di bawah arahan Shin Tae-yong, tim Macan Kemayoran menghindari umpan panjang dan lebih mengandalkan permainan kaki ke kaki, tekanan serempak, serta kombinasi satu-dua di area penalti lawan. Pengamat sepak bola Bung Harpa menilai perubahan ini sebagai perkembangan positif yang menunjukkan peningkatan dalam aspek teknis maupun fisik pemain.
Bung Harpa menyoroti bagaimana Persija hampir tidak pernah menggunakan long ball sepanjang 90 menit, dengan reaksi cepat saat kehilangan bola dan pressing intens dari lini tengah hingga depan. Ia menekankan keberanian pemain dalam bermain satu lawan satu dan membangun serangan melalui kombinasi pendek di kotak penalti. Gol keempat yang dicetak lewat bunuh diri kiper Brisbane Roar, Dean Bouzanis, menjadi bukti nyata efektivitas tekanan berkelanjutan yang diterapkan Persija setelah unggul 3-0.
Menurut Bung Harpa, kondisi fisik para pemain juga terlihat jauh lebih stabil, mampu mempertahankan intensitas permainan hingga menit terakhir. Ia menyebut bahwa Shin Tae-yong tampak puas dengan progres tim, terutama dalam hal kebugaran dan konsistensi permainan. Perubahan ini menjadi fondasi penting menjelang dimulainya Liga Super Indonesia 2026/2027, di mana Persija diharapkan mampu bersaing di papan atas dengan gaya bermain yang lebih modern dan terstruktur.















