Sumbawanews.com,- Jika berhasil melalui laga play-off, Persib Bandung akan tergabung di Grup E Asia Champions League 2 2026/2027, menghadapi tiga kekuatan besar: FC Seoul dari Korea Selatan, Melbourne Victory dari Australia, dan The Cong-Viettel dari Vietnam. Laga penentuan tiket ke grup itu akan berlangsung pada 31 Agustus di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, saat Maung Bandung bertemu Manila Digger. Kemenangan di pertandingan ini membuka jalan bagi Persib menuju tantangan paling berat dalam sejarah kompetisi Asia level kedua mereka.
Grup E ini dianggap sebagai “grup maut” karena menghadapkan Persib pada tim-tim yang secara konsisten bersaing di puncak liga domestik masing-masing. FC Seoul, yang finis keenam di K-League 1 musim lalu, menargetkan tiga besar pada musim ini di bawah asuhan Kim Gi Dong. Melbourne Victory, peringkat empat Liga Australia 2024/2025, berambisi lebih tinggi di bawah pelatih Giovanni Savarese. Sementara itu, The Cong-Viettel, runner-up Liga Vietnam musim lalu, dipimpin Velizar Popov dengan persiapan serius untuk merebut gelar kompetisi kasta kedua Asia.
Perjalanan fisik yang harus ditempuh Persib juga menjadi tantangan tersendiri. Jika lolos, tim asal Bandung akan menghadapi total perjalanan hingga 15.000 kilometer untuk menghadapi ketiga lawan. Jarak dari Bandung ke Seoul melebihi 5.300 kilometer, ke Hanoi lebih dari 4.400 kilometer, dan ke Melbourne lebih dari 5.300 kilometer. Berbeda dengan lawan-lawannya yang memiliki bandara internasional di kota mereka, Persib harus terbang dari Jakarta—atau bahkan Bali—menambah beban logistik dan kelelahan pemain.
Ini jauh lebih berat dibandingkan pengalaman musim lalu, ketika Persib berada di Grup G bersama tim-tim dari Thailand, Singapura, dan Malaysia. Kini, ujian tak hanya datang dari lapangan, tapi juga dari jarak, waktu, dan beban perjalanan yang belum pernah mereka alami sebelumnya.















