Sumbawanews.com,- Persib Bandung akan bertanding melawan Manila Digger dari Filipina dalam laga play-off AFC Champions League Two 2026/2027, Senin (31/8/2026), di Stadion Gelora Bandung Lautan Api. Pertandingan ini berlangsung tanpa penonton akibat sanksi dari AFC, yang menjatuhkan hukuman dua pertandingan kandang tertutup kepada Maung Bandung terkait kericuhan saat melawan Ratchaburi FC di babak 16 besar musim lalu. Keputusan sanksi tersebut diperkuat setelah banding Persib ditolak oleh Komite Banding AFC pada 13 Agustus 2026, dengan keputusan bersifat final. Pemenang laga ini akan masuk ke Grup E, bersama FC Seoul (Korea Selatan), Melbourne Victory (Australia), dan The Cong Viettel FC (Vietnam).
Sebagai juara BRI Super League 2025/2026, Persib berhak tampil di ajang ini meski harus melewati jalur play-off. Tim asuhan Igor Tolic tampil sebagai tuan rumah dalam duel penentuan tersebut. Grup E menjadi jalur yang dihadapi Persib jika berhasil lolos, sementara komposisi grup lainnya menampilkan tim-tim kuat dari Asia: Grup A diisi Al Wahda (UAE), PCF Nasaf (Uzbekistan), Al Kuwait SC (Kuwait), dan Al Khalidiya (Bahrain); Grup B terdiri dari Al Jazira (UAE), Golgohar Sirjan (Iran), Muharraq (Bahrain), dan Arkadag (Turkmenistan); Grup C dihuni Al Taawoon (Arab Saudi), Al Rayyan (Qatar), Al Faisaly (Yordania), dan Al Nahda (Oman); Grup D berisi Al Hussein (Yordania), Al Shorta (Irak), Al Seeb (Oman), dan East Bengal (India). Di Grup F, Adelaide United (Australia), BG Pathum United (Thailand), Lion City Sailors (Singapura), dan Tai Po (Hong Kong) bersaing ketat. Grup G mempertemukan Machida Zelvia (Jepang), Shanghai Shenhua (China), PKR Svay Rieng (Kamboja), dan Tampines Rovers (Singapura), sementara Grup H diisi Gangwon (Korea Selatan), Kuching City FC (Malaysia), Kitchee (Hong Kong), dan Phnom Penh Crown (Kamboja).
Sanksi tertutupnya stadion menjadi tantangan ekstra bagi Persib, yang harus membuktikan kualitasnya di depan ruang kosong, tanpa dukungan suporter. Namun, ambisi untuk melangkah ke babak grup dan menunjukkan kekuatan sepak bola Indonesia di kancah Asia tetap menjadi fokus utama tim.















