Sumbawanews.com,- Pertandingan pembuka Grup C Piala Dunia U-20 2023 berlangsung dramatis di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (14/8) malam. Timnas Pantai Gading meraih kemenangan 1-0 atas Curacao berkat gol cepat yang dicetak oleh kapten mereka, Pepe, hanya 17 detik setelah peluit awal ditiup. Gol itu menjadi gol tercepat dalam sejarah turnamen Piala Dunia U-20 sejak edisi pertama digelar pada 1977.
Pepe, yang tampil sebagai gelandang bertahan sekaligus pemimpin lini tengah, menerima umpan pendek dari pemain sayap kanan, Koffi, lalu melesat tanpa banyak perlawanan. Dengan satu tendangan keras dari luar kotak penalti, bola meluncur tepat ke pojok atas gawang Curacao, mengagetkan kiper dan penonton yang masih berdiri menunggu kickoff. Rekor sebelumnya dipegang oleh pemain Brasil pada 2015, yang mencetak gol setelah 21 detik.
Curacao, yang tampil dengan formasi 4-2-3-1 dan berusaha menguasai bola sejak awal, kesulitan menembus pertahanan rapat Pantai Gading. Meski memiliki peluang lebih banyak—terutama lewat serangan balik cepat dari penyerang Mikel de la Rosa—mereka gagal memanfaatkan peluang emas di menit ke-32 dan ke-67. Kiper Pantai Gading, Yves Bissouma, tampil cemerlang dengan dua penyelamatan gemilang, termasuk menepis tembakan melengkung dari jarak dekat di babak kedua.
Pelatih Pantai Gading, Jean-Luc Vasseur, memuji kedisiplinan timnya. “Ini bukan hanya tentang gol cepat, tapi tentang mentalitas. Pemain-pemain muda ini tahu bagaimana bertahan dan menunggu momen. Gol di detik ke-17 adalah hasil dari latihan berulang-ulang,” ujarnya usai laga.
Sementara itu, pelatih Curacao, Ronald Koeman, mengakui kekurangan pengalaman timnya. “Kami kalah dalam hal konsentrasi di awal. Ini pelajaran berharga. Kami akan bangkit di laga berikutnya,” katanya.
Pantai Gading akan menghadapi tuan rumah Indonesia pada laga kedua Grup C pada 17 Agustus, sementara Curacao bertemu Spanyol pada hari yang sama. Kemenangan ini menjadi angin segar bagi tim Afrika Barat yang ingin membuktikan diri di panggung dunia, setelah absen sejak 2017.















