Sumbawanews.com,- Pasca Spanyol menaklukkan Argentina 1-0 dalam final Piala Dunia 2026 di New Jersey, konflik memanas antara Nicolas Otamendi dan Rodri pecah di lapangan. Bek Argentina itu meledak kemarahan kepada kapten Spanyol, menuduhnya dan Aymeric Laporte berpura-pura kesakitan selama turnamen, setelah sebelumnya Laporte mengecam gaya bermain kasar timnya.
Ketegangan meletus tepat setelah peluit panjang berbunyi, saat para pemain masih berada di tengah lapangan. Otamendi mendekati Rodri dengan ekspresi geram, lalu melemparkan kata-kata tajam: “Berhenti bicara, bodoh, kalian menangis sepanjang pekan ini. Kalian menangis seminggu ini, kau dan Laporte, kalian berdua. Itu tidak keren. Kau merengek soal wasit, bung.” Rodri, yang tampak terkejut, hanya mengangkat bahu dan pergi tanpa balas.
Kemarahan Otamendi berakar pada pernyataan Laporte sebelum laga final. Dalam wawancara dengan Marca, bek Spanyol itu menyatakan bahwa Argentina kerap melakukan tindakan kasar yang diabaikan wasit, dan menyebutnya sebagai hal yang “mengejutkan” serta “tidak seharusnya dibiarkan dalam kompetisi besar.” Pernyataan itu memicu kemarahan di kubu Argentina, yang sebelumnya juga menjadi sasaran kritik dari tim-tim seperti Aljazair, Mesir, dan Swiss.
Konflik ini menyusul insiden lain di lapangan: Leandro Paredes mencoba mencekik Eric Garcia dan mendorong Gavi hingga jatuh, memicu keributan antar pemain. Namun, adegan antara Otamendi dan Rodri menjadi momen paling mencolok secara emosional, menggambarkan betapa panasnya suasana di final yang mempertemukan dua raksasa sepak bola dunia.
Spanyol keluar sebagai juara Piala Dunia 2026 setelah menang 1-0 atas Argentina, sementara Argentina gagal meraih gelar untuk kali kedelapan.















