Home Berita Olah Raga Mudryk dan Palmer Diteriaki Meriah di Debut Pramusim Chelsea di SUGBK

Mudryk dan Palmer Diteriaki Meriah di Debut Pramusim Chelsea di SUGBK

Sumbawanews.com,- Mykhailo Mudryk dan Cole Palmer menjadi sorotan saat Chelsea menghadapi AC Milan dalam Indonesia Super Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (8/8/2026). Meski hanya bermain singkat sebagai pemain pengganti, Mudryk langsung disambut sorak meriah dari ribuan pendukung The Blues begitu menginjak lapangan. Palmer, yang tampil lebih lama, juga kerap mendapat tepuk tangan hangat dari tribun sepanjang laga.

Mudryk, yang belum tampil dalam laga kompetitif Chelsea dalam waktu cukup lama, menjadi simbol kebangkitan di mata fans. Meski durasi bermainnya terbatas, apresiasi dari suporter tak terbendung—riuhnya sorakan di SUGBK membuktikan betapa besar harapan dan kepercayaan terhadapnya. Sementara itu, Cole Palmer tetap menjadi pusat perhatian dengan permainan kreatifnya di lini tengah, memperkuat kesan bahwa ia kini menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas tim.

Di antara ribuan penonton, Digo dari Tasikmalaya menjadi salah satu contoh fanatisme yang tak biasa. Ia menempuh perjalanan jauh dengan bus bersama rombongan demi menyaksikan laga ini secara langsung. Awalnya, Digo jatuh cinta pada sepak bola lewat AC Milan di Serie A, tapi keputusan mendukung Chelsea lahir dari final Liga Champions 2008 melawan Manchester United—meski The Blues kalah. “Waktu final 2008, Liga Champions melawan MU. Meski kalah, secara permainan puas. Jadi teringat terus,” ujarnya. Ia menegaskan, dukungannya bukan karena kejayaan, melainkan karena kedalaman emosional: “Orang rata-rata suka klub glory hunter. Saya pas itu, pas kalah saja. Teman-teman rata-rata dukung MU, saya sendiri yang dukung Chelsea.”

Bagi Digo, idola sejati adalah John Terry—sang kapten legendaris yang memimpin dengan ketegasan dan semangat tak tergoyahkan. Ia tak terlalu fokus pada skor akhir, karena ini masih fase pramusim. “Namanya juga pramusim, coba-coba pemainnya. Semoga nyetel saja, apalagi pelatih baru. Secara keseluruhan lumayan puas dengan cara permainan. Tinggal finishing,” katanya.

Laga ini bukan sekadar pertandingan, tapi momen penyatuan antara harapan tim, kebangkitan pemain, dan cinta fans yang tumbuh dari kenangan, bukan hanya kemenangan.

Previous articleJorge Martin Juara Sprint Race MotoGP Inggris 2026, Marquez Terpental ke Posisi Sembilan
Next articleManchester United dan PSG Berbagi Angka dalam Uji Coba 1-1