Sumbawanews.com,- Pada masa kepelatihan pertamanya di Real Madrid (2010–2013), José Mourinho mengungkapkan konflik mendalam dengan kapten tim, Iker Casillas, yang menurutnya menunjukkan sikap manja dan kurang menghormati rival abadi klub. Perselisihan ini tak hanya memecah belah ruang ganti, tetapi juga menjadi titik balik dalam sejarah hubungan antara pelatih dan legenda kiper asal Spanyol itu.
Mourinho, yang membawa Madrid meraih LaLiga, Copa del Rey, dan Piala Super Spanyol dalam dua musim pertamanya, mengaku kecewa dengan sikap Casillas di musim ketiga—2012–2013—ketika Madrid gagal meraih trofi apa pun, kalah di final Copa del Rey dari Atlético Madrid, dan finis 15 poin di belakang Barcelona. Saat itulah Casillas kehilangan posisinya sebagai penjaga gawang utama. Menurut Mourinho, tiga permintaan Casillas menjadi pemicu utama ketegangan: permintaan libur tambahan bagi pemain tim nasional, penundaan sesi latihan karena kemacetan di Madrid, dan permintaan untuk tidak menginap di hotel sebelum laga, melainkan berkumpul langsung di stadion. “Saya sadar mereka manja,” tegas Mourinho.
Sikap Casillas yang dianggap terlalu dekat dengan Barcelona—terutama karena ia masih menjadi pilar Timnas Spanyol yang sedang berada di puncak kejayaan setelah menjuarai Piala Dunia 2010 dan Piala Eropa 2008 & 2012—juga dianggap Mourinho sebagai penghinaan terhadap identitas Real Madrid. “Ini Barcelona, ini Real Madrid. Jika Anda bermain untuk tim nasional, cium mereka. Tapi tidak saat Anda memperkuat klub ini. Ini perang,” ujarnya.
Ketegangan ini memicu pembelahan di ruang ganti. Pemain seperti Sergio Ramos dan Cristiano Ronaldo berpihak pada Casillas, sementara Sami Khedira, yang pernah membela Madrid dari 2010 hingga 2015, menggambarkan situasi sebagai “benar-benar kacau”. “Dia (Mourinho) mencadangkannya, tidak berbicara dengannya, dan menjelek-jelekannya di media,” kata Khedira. Casillas sendiri dalam dokumenter Netflix mengakui bahwa hubungannya dengan Mourinho “mencapai titik di mana tali itu putus”.
Konflik ini berujung pada kepergian Mourinho pada 2013, digantikan Carlo Ancelotti. Casillas bertahan hingga 2015 sebelum pindah ke Porto. Kini, setelah 13 tahun, Mourinho kembali ditunjuk sebagai pelatih Real Madrid—dengan misi mengakhiri dahaga gelar setelah dua musim tanpa trofi utama. Namun, jejak konflik dengan Casillas tetap menjadi bagian tak terlupakan dari sejarah klub yang penuh drama.















