Home Berita Olah Raga Mourinho Terbuka: Dari Chelsea hingga Real Madrid, Rahasia di Balik ‘The Special...

Mourinho Terbuka: Dari Chelsea hingga Real Madrid, Rahasia di Balik ‘The Special One’

Sumbawanews.com,- Jose Mourinho, salah satu pelatih paling ikonik dalam sejarah sepak bola modern, mengungkap perjalanan karier penuh kontroversi dan kejeniusan dalam dokumenter Netflix berjudul *Mourinho*. Dari kesuksesan bersama Porto pada 2002–2004 hingga kembali melatih Real Madrid di masa kini, sosok yang dikenal dengan sikap blak-blakan itu membuka pintu ke ruang rahasia di balik layar.

Mourinho memulai karier kepelatihan setelah bertahun-tahun menjadi asisten Sir Bobby Robson di Barcelona pada awal 2000-an. Ia mengaku bukan sekadar penerjemah, tapi mata-mata lapangan yang memantau lawan, menganalisis permainan, dan selalu hadir di stadion setiap pekan. Kesuksesan pertamanya datang di Porto, dengan dua gelar Liga Champions dan tiga trofi liga domestik, yang membawanya ke Chelsea pada 2004. Di Stamford Bridge, ia memenangkan dua gelar Premier League berturut-turut, namun hubungannya dengan pemilik klub Roman Abramovich memburuk saat keputusan transfer—seperti membeli Andriy Shevchenko alih-alih Samuel Eto’o—dianggap terlalu dipengaruhi kepentingan internal.

Kisah-kisah dari pemain yang pernah diasuhnya mengungkap sisi lain Mourinho: tegas, tak kompromi, dan justru memicu kebangkitan. Zlatan Ibrahimović mengenang bagaimana Mourinho menegurnya habis-habisan meski ia baru saja meraih penghargaan pemain terbaik Serie A. Didier Drogba dan Frank Lampard menggambarkan Mourinho sebagai sosok yang menyatukan tim seperti keluarga, sementara Eden Hazard menyebut kedatangannya di Chelsea sebagai momen “pelatih terbaik datang”. Di Inter Milan, ia memenangkan treble pada 2010, dan di Real Madrid periode pertama, konflik dengan kapten Iker Casillas menjadi titik balik yang memicu kepergiannya dari Santiago Bernabéu.

Dokumenter ini juga mengungkap ketegangan sengit dengan Pep Guardiola, rivalitas yang menjadi narasi utama era sepak bola Eropa abad ke-21. Mourinho menolak anggapan bahwa ia mengalami “kutukan musim ketiga” di setiap klub, dengan jawaban singkat dan ekspresi khasnya: “Saya nggak percaya.” Kini, kembali ke Real Madrid, Mourinho membawa pengalaman puluhan tahun sebagai bekal—bukan sekadar strategi, tapi filosofi hidup di atas lapangan.

Previous articleShin Tae-yong Geber Persija di Thailand, Loncar: Latihan Sangat Intens
Next articleElnusa Petrofin Percepat Distribusi BBM Pascagempa Magnitudo 7,7 di NTT