Home Berita Olah Raga Messi Jadi Magnet di Fanatics Fest Jelang Final Piala Dunia 2026

Messi Jadi Magnet di Fanatics Fest Jelang Final Piala Dunia 2026

Sumbawanews.com,- Lionel Messi menjadi pusat perhatian di Fanatics Fest, New York, pada Jumat, 17 Juli 2026, menjelang laga final Piala Dunia 2026 melawan Spanyol. Legenda sepak bola Argentina itu tampil bersama sejumlah ikon olahraga dunia seperti Tom Brady, Novak Djokovic, dan Kevin Durant dalam acara konferensi pers unik yang digelar FIFA sebagai bagian dari rangkaian promosi menjelang laga puncak. Para legenda itu justru bertindak sebagai pewawancara, mengajukan pertanyaan langsung kepada Messi, pelatih Lionel Scaloni, dan kapten Spanyol Rodri tentang tekanan, ketenangan, dan makna kejuaraan. Messi, yang kini berusia 39 tahun, menjadi sorotan utama saat para hadirin mengangkat ponsel untuk memotret momen tersebut, sementara ia membalas dengan senyum dan lambaian tangan. Acara ditutup dengan sesi swafoto bersama pemain, pelatih, dan tokoh ternama seperti Kevin Hart dan Travis Scott, sebelum Messi melirik trofi Piala Dunia yang dipajang di arena.

Fanatics Fest menjadi penampilan publik terakhir Messi sebelum laga final yang berlangsung di MetLife Stadium, New Jersey, pada Minggu, 19 Juli 2026, pukul 02.00 WIB. Argentina melaju ke final dengan catatan sempurna: tujuh kemenangan tanpa kekalahan atau imbang sepanjang turnamen, meski perjalanan mereka penuh tantangan—termasuk comeback dari tertinggal 0-2 melawan Mesir di babak 16 besar dan menang lewat perpanjangan waktu melawan Tanjung Verde dan Swiss. Messi, yang mengoleksi delapan gol hingga semifinal, kembali menegaskan tekad timnya: “Kami tidak pernah berhenti berjuang.” Sementara itu, Rodri menyebut Messi sebagai yang terbaik sepanjang masa, dan Scaloni mengingatkan anak asuhnya bahwa final hanyalah “satu pertandingan tersisa.”

Kepada Brady, Messi menjawab pertanyaan tentang foto viralnya memandikan Lamine Yamal, sementara Durant menanyakan kepada kiper Emiliano Martinez tentang beban mempertahankan gelar. Djokovic menutup sesi dengan ucapan “Gracias, Leo” setelah berbincang dengan Messi. Acara ini tidak hanya memperkuat citra Messi sebagai ikon global, tetapi juga menegaskan betapa besar pengaruhnya di luar lapangan—bahkan di hadapan legenda olahraga dari cabang lain. Dengan kesempatan menjadi tim pertama yang menjuarai dua Piala Dunia berturut-turut sejak Brasil pada 1958 dan 1962, Argentina siap menghadapi Spanyol bukan hanya sebagai juara bertahan, tetapi sebagai tim yang dibawa oleh seorang legenda yang masih menjadi pusat gravitasi dunia sepak bola.

Previous articleTimnas Indonesia Kehilangan Mauro Zijlstra Jelang Piala AFF 2026, Herdman Coret Satu Naturalisasi
Next articleAston Villa Pecahkan Rekor Transfer, Gaet Gelandang Timnas Swiss Johan Manzambi