Sumbawanews.com,- Lionel Messi mengakhiri karier internasionalnya dengan pertandingan perpisahan yang penuh kehormatan pada Rabu, 7 Oktober, saat Argentina mengalahkan Benin 3-0 di Stadion Monumental, Buenos Aires. Pemain berusia 39 tahun itu mencetak satu gol dan memberikan dua assist—untuk Nicolas Otamendi dan Nico Paz—dalam laga yang disaksikan lebih dari 80 ribu suporter, mempersembahkan momen perpisahan yang tak terlupakan bagi para penggemar.
Pertandingan ini berbeda jauh dari perpisahannya lima tahun lalu dengan Barcelona. Pada Agustus 2021, Messi harus meninggalkan klub yang membesarkannya akibat krisis keuangan yang melanda Blaugrana. Meski menjadi simbol kejayaan Barca selama dua dekade, klub tak mampu memperpanjang kontraknya yang berbayar tinggi. Messi pun bergabung ke Paris Saint-Germain pada musim 2021/2022.
Perpisahan resminya dengan Barcelona terjadi pada Mei 2021 dalam laga melawan Celta Vigo di Camp Nou. Namun, karena pandemi Covid-19, pertandingan berlangsung tanpa penonton. Messi sempat membawa timnya unggul 1-0 lewat golnya di menit ke-28, tetapi Celta Vigo balik menang 2-1 lewat dua gol Santi Mina. Kekalahan itu semakin menyakitkan, sebab Messi tak sempat berpamitan secara langsung dengan para penggemar yang selama bertahun-tahun mendukungnya.
Berbeda dengan kesedihan di Camp Nou, perpisahannya dengan timnas Argentina berlangsung dalam suasana penuh kegembiraan dan kebanggaan. Di hadapan ribuan suporter yang bersorak, Messi menutup babak penting karier internasionalnya bukan dengan air mata, tapi dengan gol dan permainan legendaris yang mengukuhkan statusnya sebagai ikon sejati sepak bola dunia.















