Sumbawanews.com,- Mees Hilgers resmi bergabung dengan SC Heerenveen pada 31 Agustus 2026, setelah meninggalkan FC Twente dalam kondisi penuh kontroversi. Namun, keputusan klub itu langsung mendapat kritik tajam dari mantan pelatih sekaligus legenda Heerenveen, Dick Advocaat — yang dalam laporan disebut sebagai Verbeek. Ia menilai Hilgers tidak bisa dipercaya karena sikapnya selama konflik kontrak dengan Twente, termasuk ketidakhadirannya yang berkepanjangan dari aktivitas tim.
Verbeek secara terbuka menyatakan kekecewaannya terhadap keputusan manajemen Heerenveen merekrut bek Timnas Indonesia itu. “Hilgers tidak bisa dipercaya. Dengan agennya dan cara dia berkomunikasi dengan FC Twente musim lalu,” ujarnya, seperti dikutip Voetbal Primeur. Ia menyoroti masa ketika Hilgers menghilang selama berhari-hari dari latihan Twente, menyebutnya sebagai tanda ketidakandalan. “Jika Anda tidak muncul selama berhari-hari sebagai anggota tim, Anda adalah orang yang tidak dapat diandalkan, kan?” tegasnya.
Verbeek bahkan membandingkan situasi Hilgers dengan mantan striker Heerenveen Afonso Alves, yang pernah dilatihnya pada 2006–2008, seolah mengisyaratkan bahwa perilaku Hilgers jauh dari nilai-nilai klub yang ia banggakan. “Tidak, di bawah Riemen van der Velde pun tidak. Itu tidak sesuai dengan nilai-nilai utama Heerenveen,” katanya. Ia menegaskan, seorang pemain yang tidak dapat diandalkan tidak seharusnya diterima di klub yang mengutamakan disiplin dan integritas.
Meski demikian, Verbeek mengakui bahwa ia tidak memiliki seluruh informasi tentang detail konflik antara Hilgers dan Twente. “Saya juga tidak sepenuhnya mengetahui alasan sebenarnya. Kita harus berhati-hati membuat asumsi,” ujarnya. Namun, ia tetap mempertahankan keraguan: “Tetapi, saya pikir jika Anda punya kesempatan baru pada awal musim ini dan tidak hadir, pasti ada sesuatu di baliknya.”
Hilgers, yang memiliki darah Indonesia, sempat dibekukan Twente setelah menolak memperpanjang kontrak. Perselisihan itu memicu intervensi asosiasi pemain sepak bola Belanda, sebelum akhirnya ia resmi pindah ke Heerenveen menjelang musim 2026/27. Kini, ia berada di titik balik karier: bersiap membuktikan diri di klub baru, sekaligus mempersiapkan diri menghadapi FIFA ASEAN Cup 2026 bersama Timnas Indonesia. Kritik Verbeek menjadi tantangan besar — bukan hanya untuk reputasinya, tapi juga untuk membuktikan bahwa masa lalu bukan penentu masa depan.















