Sumbawanews.com,- Enzo Maresca resmi memimpin Manchester City dengan kesadaran penuh bahwa klub ini dituntut untuk menjuarai setiap kompetisi. Pelatih asal Italia itu menggantikan Pep Guardiola yang hengkang pada musim panas 2026, mengambil alih tongkat kepemimpinan setelah 10 tahun dominasi Guardiola yang membawa 20 trofi bagi The Citizens. Maresca menandatangani kontrak tiga tahun, dan ia jelas memahami tekanan besar yang menyertai posisinya—terutama setelah City gagal meraih gelar Premier League dalam dua musim terakhir.
Dalam pernyataannya di situs resmi klub, Maresca mengakui bahwa ia datang ke Manchester City bukan untuk sekadar bertahan, tapi untuk menang. “Saya di sini mengerti ini adalah klub yang harus juara,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa pengalaman sebelumnya membawa Chelsea menjuarai Conference League 2024/25 dan Piala Dunia Antarklub 2025, serta mengantarkan Leicester City promosi ke Premier League pada 2023/24, membuatnya paham betul makna tuntutan juara. Namun, ia menolak terjebak dalam bayang-bayang bulan Mei atau Juni. “Saya berpikir soal masa kini, besok, 20 pemain muda, dan bagaimana kami bisa berkembang—kita lihat saja dari hari ke hari.”
Maresca menolak menjadi salinan Guardiola, menekankan bahwa filosofi sepakbola yang dibawanya akan berbeda, meski tetap berakar pada standar tinggi yang telah ditetapkan sebelumnya. Ia fokus pada proses harian, pengembangan tim, dan membangun identitas baru tanpa mengabaikan ekspektasi yang melekat pada nama Manchester City.















