Sumbawanews.com,- Meski memimpin klasemen MotoGP 2026 setelah menang di MotoGP San Marino, Marc Marquez tidak dianggap sebagai favorit oleh Ducati. Manajer tim Ducati, Davide Tardozzi, menegaskan bahwa persaingan gelar masih terbuka lebar dengan delapan seri tersisa. Marquez unggul atas rival utamanya, Jorge Martin, berkat lima kemenangan dibandingkan satu kemenangan Martin—meski keduanya mengumpulkan poin sama. Ducati juga memimpin klasemen konstruktor dengan keunggulan dua poin atas Aprilia.
Tardozzi menilai performa Marquez di Misano menunjukkan kualitas luar biasa, tetapi ia mengingatkan tim untuk tidak terlena. Menurutnya, kunci kesuksesan bukan hanya menang ketika unggul kecepatan, tetapi juga mengumpulkan poin sebanyak-banyaknya saat tidak menjadi yang tercepat. “Tidak ada favorit saat ini. Kejuaraan akan berlangsung sampai akhir,” tegasnya, dikutip dari Crash.net.
Ducati tetap percaya pada kemampuan Marquez untuk menghadapi tekanan hingga finis musim. Tardozzi menyebut pembalap asal Spanyol itu tidak hanya sadar akan potensinya, tetapi juga sering memberikan petunjuk strategis yang tepat bagi tim. Sementara itu, Aprilia tetap dianggap sebagai ancaman serius, terutama di sirkuit-sirkuit yang lebih sesuai dengan karakter motor mereka.
Dengan delapan balapan tersisa, setiap poin akan menjadi penentu—dan Ducati siap berjuang tanpa mengandalkan satu nama, meski itu adalah Marc Marquez.














