Sumbawanews.com,- Manchester United tengah mengalami start buruk di musim 2026/2027, dengan hanya satu kemenangan dari lima laga awal Premier League, ditambah tersingkir lebih awal dari Carabao Cup setelah kalah 2-3 dari Brighton di Old Trafford. Eks pemain Manchester United, Phil Bardsley, menilai bahwa akar masalah tim bukan pada kualitas individu, melainkan pada kegagalan lini pertahanan untuk bergerak sebagai satu kesatuan yang solid dan saling menuntut.
Dalam wawancara dengan Goal International, Bardsley mengakui bahwa pada musim lalu, United terlihat lebih terorganisir di bawah asuhan Michael Carrick. Namun kini, koordinasi di belakang tampak kacau. Ia menekankan bahwa masalah utama bukan hanya soal kemampuan teknis para bek, tapi lebih pada kurangnya otoritas dan kepemimpinan di lapangan. “Ketika kebobolan, kami hanya berbalik dan kembali melakukan kick-off,” ujarnya, menggambarkan sikap pasif yang ia lihat dari para pemain.
Bardsley menegaskan bahwa para pemain harus berani saling mengingatkan dan menuntut pertanggungjawaban saat terjadi kesalahan—baik saat gagal menghentikan umpan silang, tembakan lawan, maupun saat tampil di bawah standar. “Harus ada tuntutan terhadap satu sama lain,” tegasnya. Menurutnya, tanpa sikap itu, United akan terus terjebak dalam siklus kekalahan dan hasil negatif.
Meski memiliki talenta di lini depan seperti Bruno Fernandes dan Marcus Rashford, Bardsley menilai bahwa tanpa fondasi pertahanan yang kuat dan mentalitas pemimpin di dalam tim, ambisi juara musim ini akan sulit terwujud.















