Sumbawanews.com,- Liverpool kembali gagal mempertahankan keunggulan dalam laga uji coba pramusim, takluk 2-3 dari AS Monaco di Anfield, Minggu, 9 Agustus 2026. Kekalahan ini menjadi sorotan tajam menjelang pembukaan Premier League 2026/2027, setelah sebelumnya The Reds juga kalah 2-4 dari Leeds United dalam situasi serupa—unggul dua gol lalu kehilangan kendali.
Manajer Liverpool, Andoni Iraola, mengakui timnya belum mampu menjaga intensitas permainan hingga menit akhir. Menurutnya, penurunan performa muncul ketika para pemain mulai kelelahan, terutama setelah dilakukan pergantian. “Kami tidak bisa mempertahankan level yang kami inginkan sepanjang pertandingan. Begitu melakukan beberapa perubahan, mereka mulai kelelahan,” ujar Iraola.
Meski tampil mengesankan di 30 menit pertama, Liverpool kehilangan daya tahan fisik di babak kedua, memberi ruang bagi Monaco untuk bangkit dan membalikkan skor. Kondisi ini diperparah oleh kembalinya sejumlah pemain kunci pasca-Piala Dunia—Virgil van Dijk, Alisson Becker, dan Cody Gakpo—yang belum sepenuhnya pulih dari beban fisik turnamen internasional. “Masalahnya saat ini adalah mereka belum memiliki energi untuk bermain selama 90 menit dan mulai kelelahan,” tambah Iraola.
Iraola menilai pertandingan ini tetap membawa pelajaran berharga, meski kekalahan itu mengungkap kelemahan krusial yang harus segera diperbaiki. “Kami bisa mengambil banyak hal positif, tetapi juga banyak hal negatif dari pertandingan ini,” katanya. Di sisi lain, pemain baru Jeremy Jacquet—yang masih pulih dari cedera bahu dan lutut—tetap tidak diturunkan demi menghindari risiko cedera lebih serius. Iraola memastikan Jacquet diprediksi siap tampil di laga berikutnya.
Dengan laga pembuka Premier League melawan Newcastle United tinggal 14 hari lagi, Liverpool kini dihadapkan pada tantangan besar: memperbaiki konsistensi fisik dan mental sebelum kompetisi resmi dimulai. Dua kegagalan berturut-turut dalam mempertahankan keunggulan menjadi alarm merah yang tak bisa diabaikan.















