Home Berita Olah Raga Liverpool Dianggap Meniru Gaya Real Madrid di Bursa Transfer

Liverpool Dianggap Meniru Gaya Real Madrid di Bursa Transfer

Sumbawanews.com,- Liverpool kembali menjadi sorotan setelah keputusan transfer musim panas 2026 menuai kritik tajam dari legenda klub, Jamie Carragher. Pemain yang kini berstatus analis di Sky Sports itu menilai upaya The Reds dalam merekrut Bradley Barcola—winger 23 tahun asal Prancis—menunjukkan pergeseran filosofi yang berbahaya: mengikuti pola Real Madrid dengan mengandalkan nama besar dan harga selangit, tanpa mempertimbangkan keseimbangan tim.

Barcola, yang resmi bergabung setelah negosiasi panjang, diproyeksikan sebagai penerus Mohamed Salah. Namun, Carragher mempertanyakan urgensi perekrutan ini, mengingat Liverpool sudah memiliki empat pemain sayap kiri: Hugo Ekitike, Cody Gakpo, Rio Ngumoha, dan Victor Munoz. “Saya dibikin bingung: kami punya empat pemain sayap kiri, tapi tidak punya satu pun sayap kanan,” ujarnya. Menurutnya, keputusan ini bukanlah hasil perencanaan strategis, melainkan reaksi impulsif terhadap tren pasar.

Carragher mengkritik tren belanja Liverpool dalam dua musim terakhir yang cenderung mengincar bintang-bintang mahal seperti Florian Wirtz dan Alexander Isak—keduanya belum menunjukkan dampak signifikan. Ia membandingkan pendekatan ini dengan gaya Real Madrid, yang memang sukses membeli pemain terbaik dunia, tetapi tidak bisa serta-merta dijadikan contoh. “Real Madrid selalu berhasil melakukannya. Tapi begitulah karakter klubnya. Liverpool dulu bukan seperti itu.”

Ia menegaskan, kejayaan Liverpool di era Klopp bukan karena membeli superstar, tapi karena membangun tim dengan rencana jelas, kekompakan, dan kepercayaan pada pemain yang cocok dengan sistem. “Dulu, kami tidak hanya membeli nama. Kami membeli kesesuaian. Kami membeli tim.” Carragher berharap manajemen kembali ke akar filosofi klub: mengutamakan harmoni tim di atas popularitas individu.

Sementara itu, Barcola sendiri menyatakan siap beradaptasi cepat, terutama karena pengalaman sebelumnya bermain melawan tim-tim Inggris. Namun, bagi sebagian pendukung dan mantan pemain, keberhasilan sang pemain di lapangan tidak akan cukup jika struktur tim terus terdistorsi oleh keputusan transfer yang tidak seimbang.

Previous articleMourinho Bela Yan Diomande yang Masih Belum Menunjukkan Keajaiban
Next articleIndonesia Harus Menang Lawan Laos untuk Jaga Harapan Lolos ke Piala Asia U-20 2027