Sumbawanews.com,- Gelandang Timnas Argentina Leandro Paredes mempertimbangkan untuk mengakhiri karier internasionalnya setelah menerima sanksi larangan bermain 10 pertandingan dari FIFA dan menyusul keputusan Lionel Messi pensiun dari tim nasional. Keputusan itu muncul setelah kekalahan Argentina dari Spanyol di final Piala Dunia 2026, yang mengakhiri upaya mereka mempertahankan gelar juara dunia. Paredes, yang berusia 32 tahun, juga terlibat dalam keributan pasca-laga yang melibatkan pemain Spanyol Eric Garcia dan Gavi, sehingga ia mendapat hukuman paling berat di antara semua pemain Argentina yang terkena sanksi.
Sanksi tersebut, yang dijatuhkan FIFA akibat tindakan kekerasan selama keributan usai laga final, membuat Paredes diperkirakan tidak bisa tampil lagi untuk Argentina hingga minimal November 2027, dengan asumsi tim menjalani dua laga per jeda internasional. Ia juga dikenai denda sebesar 90.000 dolar AS, bersama rekan setimnya Nahuel Molina yang menerima sanksi tujuh pertandingan. Meski belum membahas keputusan ini secara resmi dengan pelatih Lionel Scaloni, Paredes mengakui bahwa kombinasi antara hukuman, usia, dan berakhirnya era Messi membuat kelanjutan karier internasionalnya kini terasa jauh lebih rumit.
“Sepertinya sulit untuk lanjut bersama tim nasional karena skorsing dan keputusan Leo (Messi) juga,” ujar Paredes, seperti dikutip BBC Sport. Ia menyadari bahwa generasi emas yang memimpin Argentina meraih Copa America, Finalissima, dan Piala Dunia 2022 kini memasuki fase transisi. Kepergian Messi, yang menjadi simbol dan motor utama kesuksesan tim selama lebih dari satu dekade, membuat Paredes merasa sulit membayangkan kembali merasakan dinamika yang sama di masa mendatang. “Sangat sulit bagi semua pemain untuk bisa seperti dulu lagi,” tambahnya.
Sejak debut internasional pada 2017, Paredes menjadi salah satu tulang punggung lini tengah Argentina dengan peran agresif, kemampuan mengatur ritme, dan keteguhan dalam duel. Namun, dengan usia yang terus bertambah dan munculnya sejumlah gelandang muda yang mulai mendapat kepercayaan, keputusannya untuk mundur bisa mempercepat proses regenerasi di skuad juara dunia tersebut. Ia masih menunggu pembicaraan lebih lanjut dengan Scaloni—atau pelatih baru jika terjadi pergantian—sebelum mengambil keputusan final. Namun, setelah Piala Dunia 2026, jalan yang pernah jelas kini terbuka untuk kemungkinan pensiun: sanksi panjang dan berakhirnya era Messi telah mengubah segalanya.















