Sumbawanews.com,- PSSI kembali menghidupkan League Cup mulai 3 November 2026, setelah absen sejak musim 2018/2019. Ajang yang sebelumnya dikenal sebagai Piala Indonesia kali ini akan diikuti 36 klub dari dua divisi teratas, yaitu Super League dan Championship, dan berjalan paralel dengan kompetisi liga utama. Ketua Umum PSSI Erick Thohir menilai turnamen ini bukan sekadar penambahan jadwal pertandingan, melainkan strategi penting untuk memperkuat ekosistem sepak bola nasional.
Thohir menekankan bahwa League Cup menjadi ajang uji kematangan tim-tim Super League menghadapi semangat juang dan determinasi klub-klub Championship. “Ini bukan hanya menambah pertandingan, tetapi juga menjadi kesempatan untuk menguji kematangan dan kedalaman tim-tim Super League,” ujarnya dalam keterangan resmi yang dirilis Sabtu, 29 Agustus. Ia menambahkan, kompetisi ini memberi klub tambahan jam terbang, pemain peluang berkembang, dan publik tontonan yang lebih beragam, dengan syarat utama: setiap laga harus dijalankan dengan standar profesional dan sportivitas.
Direktur Utama I.League Ferry Paulus memastikan penyusunan kalender League Cup 2026/2027 telah disesuaikan dengan jadwal kompetisi domestik maupun internasional. Ia menjamin tidak ada benturan dengan laga tim-tim seperti Persib dan Borneo FC yang akan berlaga di ajang Asia, sehingga perencanaan klub tetap berjalan lancar. “Kalender kami susun dan perbarui lebih awal agar klub memiliki kepastian,” kata Ferry.
Dengan format yang lebih terfokus dan jadwal yang terkoordinasi, League Cup 2026/2027 diharapkan menjadi pilar baru dalam membangun kompetisi sepak bola Indonesia yang berkelanjutan, kompetitif, dan berkelas.















