Home Berita Olah Raga Kiper Belgia Blunder di Final Piala Dunia 2026, Courtois Justru Bela Sang...

Kiper Belgia Blunder di Final Piala Dunia 2026, Courtois Justru Bela Sang Pengganti

Sumbawanews.com,- Belgia tersingkir dari Piala Dunia 2026 setelah kalah 1-2 dari Spanyol di babak perempat final, setelah kiper pengganti Senne Lammens gagal mengamankan bola tendangan Pau Cubarsi di menit ke-88. Kekalahan itu mengakhiri harapan tim Belgia untuk mengulang pencapaian semifinal di edisi sebelumnya. Lammens masuk menggantikan Thibaut Courtois yang cedera paha kiri pada babak kedua. Meski menjadi titik balik kekalahan, Courtois justru membela rekannya, menegaskan bahwa kesalahan itu adalah bagian dari sepak bola dan bukan tanggung jawab satu orang.

Courtois, yang sebelumnya menjadi kiper utama dan kapten tim, langsung mendekati Lammens setelah peluit panjang berbunyi. Bersama staf pelatih Mike Penders dan Guy Martens, ia memeluk sang pengganti dan menekankan bahwa Lammens adalah kiper berbakat dengan masa depan cerah. “Sangat disayangkan Senne tidak bisa menangkap bola itu, tapi itulah sepak bola,” ujar Courtois, seperti dikutip dari Sport Bible. Ia menambahkan, momen seperti ini justru akan membuat Lammens lebih kuat, dan tidak seharusnya ia menjadi kambing hitam.

Pertandingan berlangsung sengit di Stadion Santiago Bernabéu. Spanyol lebih dulu unggul lewat gol Fabian Ruiz pada menit ke-30, sebelum Charles De Ketelaere menyamakan kedudukan lewat sundulan pada menit ke-40. Di babak kedua, tekanan Spanyol terus meningkat, hingga akhirnya Mikel Merino memanfaatkan kegagalan Lammens untuk mencetak gol penentu kemenangan pada menit ke-88. Belgia gagal menyamakan kedudukan, dan harus pulang lebih awal dari turnamen.

Courtois, yang kini berusia 34 tahun dan masih menjadi andalan Real Madrid, tidak menyalahkan siapa pun. Ia menekankan bahwa sepak bola adalah olahraga tim, dan kekalahan ini bukanlah akhir dari perjalanan Lammens. “Anda tidak bisa berkata banyak saat itu. Ini sangat disayangkan, tetapi Senne adalah kiper yang luar biasa,” katanya. Pernyataan itu menjadi simbol kepemimpinan di tengah kegagalan besar, sekaligus mengingatkan publik bahwa kesalahan bukanlah akhir, tapi bagian dari proses.

Belgia kini harus bangkit dari kekalahan ini, sementara Spanyol melangkah ke semifinal dengan rekor tak terkalahkan di Piala Dunia dan Euro. Untuk Lammens, masa depan tetap terbuka — dan Courtois siap menjadi panutan yang tak hanya mengawal gawang, tapi juga hati rekan-rekannya.

Previous articleSpanyol Kebobolan Pertama Kali di Piala Dunia 2026 Usai Kalahkan Belgia 2-1
Next articleMario Aji Raih Posisi 10 Kualifikasi Moto2 Jerman 2026