Sumbawanews.com,- Bek Timnas Indonesia Justin Hübner menjadi korban ujaran kebencian dan ancaman serius melalui media sosial pada Minggu, 9 Agustus 2026. Ancaman tersebut tidak hanya ditujukan kepadanya, tetapi juga kepada istri, Jennifer Coppen, dan putri kecilnya, Kamari Sky. Hübner membagikan tangkapan layar pesan langsung dari akun Instagram @b4chs_suy yang berisi hinaan bernada kebencian terhadap Indonesia, diikuti ancaman fisik terhadap keluarganya. Akun pelaku kini telah dihapus, namun unggahan Hübner yang disertai keterangan “Social media heroes” telah memicu respons luas dari publik.
Insiden ini bukan yang pertama kali terjadi terhadap Hübner. Pemain berusia 23 tahun itu sebelumnya kerap menjadi sasaran komentar negatif di media sosial, terutama setelah tampil membela Timnas Indonesia dalam sejumlah laga internasional. Meski telah mempublikasikan bukti ancaman, ia belum memberikan keterangan lebih lanjut mengenai langkah hukum yang akan diambil, termasuk apakah kasus ini telah dilaporkan ke aparat penegak hukum.
Kasus ini muncul di tengah tekanan besar terhadap tim nasional setelah gagal lolos ke semifinal Piala AFF 2026. Sekjen PSSI Yunus Nusi sempat mempersilakan kritik terhadap Ketua Umum PSSI Erick Thohir, tetapi menegaskan agar publik tidak menghujat para pemain. Namun, praktik pelecehan daring yang menargetkan keluarga atlet justru menunjukkan betapa dalamnya akar masalah yang masih menghantui dunia sepak bola Indonesia.
Hübner, yang menjadi salah satu pilar pertahanan Timnas di ajang tersebut, kini menjadi simbol perjuangan melawan toksisitas di ruang digital. Publik menanti respons tegas dari PSSI dan pihak berwenang, bukan hanya sebagai bentuk perlindungan terhadap seorang pemain, tetapi sebagai sinyal bahwa ancaman terhadap keluarga atlet tidak akan lagi diabaikan.















