Sumbawanews.com,- Setelah Trent Alexander-Arnold dimainkan sebagai gelandang tengah oleh Real Madrid dalam laga Liga Champions melawan Inter Milan di Santiago Bernabeu, pelatih Jose Mourinho memberikan penilaian tegas: pemain 27 tahun itu bukan gelandang, meski mampu menjalankan peran itu dengan baik. Pertandingan berakhir dengan kemenangan 2-1 bagi Real Madrid, yang terpaksa memainkan Alexander-Arnold di lini tengah akibat cedera Eduardo Camavinga dan Arda Güler. Mourinho mengakui kecerdasan taktis dan kerja keras Alexander-Arnold, yang berduet dengan Federico Valverde, namun menegaskan bahwa karakter fisik dan keahlian alaminya jauh lebih cocok sebagai bek kanan.
Mourinho menekankan bahwa peran di lini tengah membutuhkan intensitas pergerakan dan beban fisik yang jauh berbeda dibandingkan sebagai bek sayap. Ia menyebut Alexander-Arnold “sudah tidak punya tenaga lagi” menjelang akhir laga, mengindikasikan bahwa beban fisik di pusat lapangan terlalu berat untuknya dalam durasi penuh. Meski mencatatkan jumlah umpan silang terbanyak di tim, Alexander-Arnold gagal melakukan satu tekel sukses sepanjang pertandingan, menunjukkan keterbatasan dalam aspek bertahan dari posisi baru itu.
Mourinho tidak menyangkal fleksibilitas sang pemain — ia pernah bermain di lini tengah bersama Liverpool dan tim nasional Inggris — tetapi menegaskan bahwa pengalaman itu tidak mengubah esensi perannya. Eksperimen ini, menurutnya, murni solusi darurat akibat krisis personel, bukan langkah strategis jangka panjang. Real Madrid memang mendapat opsi tambahan, tetapi Mourinho jelas: Alexander-Arnold adalah bek kanan, bukan gelandang.
Kemenangan 2-1 atas Inter tetap menjadi modal berharga bagi Real Madrid di fase grup Liga Champions, namun posisi Alexander-Arnold di tengah lapangan kemungkinan besar akan tetap menjadi pilihan situasional, bukan permanen.















