Home Berita Olah Raga Jonatan Christie Naik ke Puncak Dunia, Akhiri Puasa 13 Tahun Indonesia

Jonatan Christie Naik ke Puncak Dunia, Akhiri Puasa 13 Tahun Indonesia

Sumbawanews.com,- Pada 16 Juni 2013, di Istora Gelora Bung Karno, Jonatan Christie yang baru berusia 15 tahun menerima simbol harapan dari legenda bulu tangkis Indonesia, Taufik Hidayat — sebuah raket yang menjadi tanda penyerahan estafet kejayaan tunggal putra. Thirteen years later, on the week of this report, Jonatan Christie resmi menduduki peringkat satu dunia, mengakhiri puasa panjang Indonesia yang telah berlangsung sejak Taufik Hidayat terakhir kali memimpin klasemen BWF pada 2011.

Sejak dini, Jonatan menjadi bagian dari generasi muda yang diharapkan PBSI menghidupkan kembali kejayaan tunggal putra usai era Taufik. Bersama Anthony Ginting, Ihsan Maulana Mustofa, dan Firman Abdul Kholik, ia masuk Pelatnas Cipayung di tengah kebijakan “potong generasi” yang memangkas keberadaan pemain senior. Di tengah tekanan besar akibat sorotan media sosial yang mulai menjamur, Jonatan menunjukkan ketekunan luar biasa meski minim bimbingan langsung dari legenda. Ia meraih emas SEA Games 2017, lalu menjadi pahlawan nasional saat menaklukkan Chou Tien Chen 21-18, 20-22, 21-15 di final Asian Games 2018 di Istora Senayan — medali emas pertama bulu tangkis putra Indonesia dalam ajang multi-event itu sejak 1998.

Kemenangan itu melambungkan namanya jauh melampaui lingkaran penggemar bulu tangkis. Ia kemudian menjuarai All England pada 2024, menyusul gelar Kejuaraan Asia tahun yang sama — dua trofi paling bergengsi di level individu. Di tim, Jonatan menjadi tulang punggung saat Indonesia merebut kembali Thomas Cup pada 2021, mengakhiri puasa 19 tahun sejak terakhir menang pada 2002. Namun, mimpi Olimpiade dan Kejuaraan Dunia masih menggantung: tiga kali gagal di perempat final Kejuaraan Dunia, dan dua kali kecewa di Olimpiade.

Meski perjalanan penuh naik-turun, Jonatan konsisten bertahan di jajaran 10 besar dunia selama lebih dari satu dekade. Kini, di usia hampir 29 tahun, ia menjadi pebulutangkis Indonesia pertama sejak Taufik Hidayat yang kembali memimpin peringkat dunia — sebuah pencapaian yang tidak hanya menandai puncak karier pribadinya, tetapi juga menjadi simbol ketahanan, kesabaran, dan komitmen yang tak pernah padam. Masih ada ruang untuk menuntaskan sisa penasaran: medali Olimpiade dan Kejuaraan Dunia. Tapi satu hal sudah pasti — ia telah membuktikan bahwa harapan yang diberikan sejak usia belia bukan sekadar mimpi.

Previous articleGabriel Martinelli Siap Pindah ke Al Hilal, Arsenal Terima Tawaran Rp1 Triliun
Next articleGol Kilat Chelsea Bawa Alonso Menang Debut