Sumbawanews.com,- Lionel Scaloni, pelatih tim nasional Argentina, menjadi pusat perhatian menjelang final Piala Dunia 2026 antara Argentina dan Spanyol, setelah media Spanyol menyebutnya sebagai “orang Spanyol yang menyusup ke Argentina”. Ia akan memimpin Albiceleste melawan tim yang menjadi tempat ia menimba ilmu kepelatihan, tinggal, dan membina keluarga selama lebih dari satu dekade.
Scaloni, yang berusia 48 tahun, memperkuat hubungan emosionalnya dengan Spanyol melalui mentorshipnya dengan Luis de la Fuente di Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF). Ia tinggal bersama keluarganya di Mallorca, tepatnya di kawasan pegunungan Sierra de Tramuntana, yang ia jadikan rumah sejak lama. Dalam konferensi pers pasca-laga semifinal melawan Inggris, Scaloni mengakui bahwa pertandingan melawan Spanyol akan menjadi momen istimewa, bukan hanya karena kompetisi, tetapi juga karena ikatan pribadinya dengan negara itu.
Media Spanyol, Hola, menggambarkan Scaloni sebagai figur yang secara budaya dan kehidupan pribadi lebih dekat dengan Spanyol, meski secara resmi memimpin tim nasional Argentina. Artikel tersebut menyoroti perannya dalam membawa Argentina juara Piala Dunia 2022 dan kembali ke final empat tahun kemudian, sekaligus menegaskan bahwa banyak yang menganggapnya sebagai “Spanyol sejati” yang memilih untuk berkhidmat di tim tetangga.
Argentina lolos ke final setelah menang 2-1 atas Inggris pada Kamis dini hari WIB, dengan gol penentu dari Enzo Fernández dan Lautaro Martínez setelah sempat tertinggal. Final Piala Dunia 2026 akan berlangsung antara dua tim yang saling terhubung bukan hanya oleh sejarah sepak bola, tetapi juga oleh kisah hidup seorang pelatih yang menjadi jembatan antara dua bangsa.















