Sumbawanews.com,- Kepala Pengembangan Sepak Bola Global FIFA, Arsène Wenger, menyatakan bahwa jeda hidrasi tiga menit di pertengahan setiap babak selama Piala Dunia 2026 tidak mengubah hasil pertandingan. Kebijakan yang diterapkan di semua laga, termasuk di stadion beriklim dingin, mendapat kritik tajam dari sejumlah pelatih dan penggemar yang menganggapnya mengganggu aliran permainan. Namun, Wenger menegaskan bahwa tujuan utamanya adalah menjaga kesehatan pemain, dan FIFA akan melakukan evaluasi menyeluruh setelah turnamen berakhir untuk menentukan masa depan kebijakan ini.
Wenger, yang pernah menangani Arsenal, menekankan bahwa dari pengamatannya selama turnamen, jeda hidrasi tidak memengaruhi dinamika atau outcome pertandingan. Ia menjawab tegas “tidak” ketika ditanya apakah jeda ini berdampak pada hasil. Meski demikian, kebijakan ini menuai kontroversi, terutama dari pelatih seperti Marcelo Bielsa yang menyebutnya merusak esensi sepak bola. Di sisi lain, sejumlah penyiar, termasuk Fox di Amerika Serikat, diketahui melanggar aturan dengan memperpanjang jeda iklan melebihi batas 30 detik sebelum pertandingan dilanjutkan.
FIFA memperbolehkan siaran iklan selama jeda hidrasi, tetapi dengan pedoman ketat agar tidak mengganggu ritme pertandingan. Kebijakan ini diberlakukan seragam di seluruh venue, meski kondisi cuaca atau stadion tidak memerlukan peningkatan hidrasi. Peninjauan mendalam akan dilakukan oleh FIFA setelah final Piala Dunia 2026, dan keputusan apakah jeda hidrasi akan dipertahankan di kompetisi mendatang akan bergantung pada hasil analisis tersebut.
“Kami akan melakukan analisis mendalam setelah kompetisi,” ujar Wenger, menegaskan bahwa keputusan akhir belum diambil dan akan didasarkan pada data kesehatan pemain, respons publik, serta dampak terhadap kualitas pertandingan.















