Sumbawanews.com,- Jakmania diminta menjadi tuan rumah yang tertib dan santun saat menyambut Persib Bandung di laga klasik Super League di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Sabtu (12/9). Pertandingan ini menjadi duel klasik pertama di Jakarta setelah beberapa kali dipindahkan akibat konflik jadwal dan keamanan.
Dirut I.League, Ferry Paulus, menekankan pentingnya menjaga ketertiban di dalam stadion maupun di media sosial. Ia menegaskan, izin penyelenggaraan telah dikeluarkan kepolisian, namun keberhasilan laga bergantung pada sikap suporter. “Kami ingin Jakmania menjaga rumahnya, tidak memprovokasi, dan tidak terlibat perang urat saraf di media sosial,” ujar Ferry dalam jumpa pers, Kamis (10/9).
Untuk memastikan keaslian suporter, seluruh penonton wajib mengenakan jersey resmi Persija—baik edisi terbaru maupun edisi sebelumnya. Aturan ini bertujuan membedakan pendukung sejati dari pihak yang tidak bertanggung jawab. Ferry menambahkan, dukungan yang diberikan harus tetap dalam koridor sportivitas, tanpa provokasi atau aksi yang memicu ketegangan.
Sementara itu, suporter Persib Bandung tetap dilarang hadir langsung ke stadion. Sekjen PSSI, Yunus Nusi, menegaskan larangan ini berlaku menyeluruh, termasuk rencana pengiriman perwakilan suporter tamu. “Kami memahami keinginan suporter Persib, tapi lebih baik menahan diri demi menjaga perdamaian dan mencegah pihak-pihak tak bertanggung jawab memanfaatkan momentum ini,” kata Yunus.
Laga ini menjadi ajang adu gengsi pekan kedua Super League. Persija membuka musim dengan kemenangan 1-0 atas Borneo FC, sementara Persib meraih kemenangan meyakinkan 3-1 atas PSM Makassar. Kedua tim datang dengan semangat tinggi, dan seluruh pihak berharap laga berlangsung sportif, aman, dan menjadi contoh pertandingan klasik yang elegan.















