Sumbawanews.com,- Lautaro Martinez menegaskan Inter Milan menargetkan gelar Liga Champions musim ini, namun menolak terjebak dalam obsesi berlebihan menjelang laga pembuka melawan Real Madrid pada Rabu (9/9) dinihari WIB. Kapten sekaligus striker Nerazzurri itu mengakui trofi Eropa adalah impian setiap pemain, tetapi keberhasilan harus dibangun dengan ketenangan dan fokus pada setiap pertandingan. Inter terakhir kali juara Champions pada 2010, saat dipimpin Jose Mourinho—kini pelatih Real Madrid—dan sejak itu dua kali mencapai final, kalah dari Manchester City pada 2023 dan Paris Saint-Germain pada 2025. Martinez menekankan bahwa pola pikir menang dan gairah meraih trofi adalah fondasi utama klub, bukan tekanan untuk segera menjuarai kompetisi paling bergengsi di dunia sepak bola.
Dalam sejarahnya, Inter hanya tiga kali memenangi Liga Champions, dengan dua final terakhir menjadi bukti bahwa tim asuhan Simone Inzaghi kembali menjadi kekuatan besar di Eropa. Meski menghadapi lawan tangguh seperti Real Madrid—yang juga pernah mengalahkan mereka di final 2010—Martinez menegaskan bahwa tim tidak akan tergoyahkan oleh reputasi lawan. “Ini bukan obsesi, karena itu kami harus tetap tenang,” ujarnya. Ia menambahkan, setiap langkah di lapangan harus dijalani dengan semangat memenangi trofi, bukan hanya memikirkan hasil akhir kompetisi.
Real Madrid, yang kini dilatih oleh mantan pelatih Inter, menjadi tantangan pertama yang sangat berarti. Pertandingan ini bukan sekadar pembuka fase grup, tapi juga simbol pertemuan antara dua sisi sejarah: tim yang ingin kembali ke puncak, dan tim yang selalu menjadi rujukan kejayaan Eropa. Dengan mentalitas yang dibangun Martinez dan kawan-kawan, Inter siap memulai misi besar mereka—tanpa terburu-buru, tanpa kehilangan fokus.















