Sumbawanews.com,- Pertandingan semifinal Piala Dunia 2026 antara Inggris dan Argentina yang berlangsung di Mercedes-Benz Stadium, Atlanta, pada Kamis (16/7/2026) dini hari WIB, berakhir dengan kekalahan 1-2 bagi tim asuhan Thomas Tuchel. Kekalahan itu memicu keheranan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, yang menilai strategi bertahan Inggris—terutama penggunaan Harry Kane sebagai pemain bertahan—adalah keputusan tak wajar.
Trump menyampaikan kritiknya dalam sebuah resepsi FIFA yang digelar di Trump Tower, New York, pada Jumat (17/7/2026) waktu setempat. Ia menyebut Kane sebagai pemain hebat yang pernah ia ajak bermain golf, dan mempertanyakan mengapa pelatih Inggris memilih menempatkan sang kapten di lini belakang meski timnya unggul 1-0 hingga menit ke-84. “Mereka unggul dulu, lalu menempatkan pemain terbaik mereka di pertahanan. Kita harus sedikit ofensif, kan?” ujar Trump, seperti dikutip dari ESPN.
Kritik Trump menyasar taktik 5-4-1 yang diterapkan Tuchel, yang dinilai terlalu defensif dan mengabaikan potensi ofensif tim. Pernyataan itu memperkuat gelombang kritik dari para mantan pemain dan analis yang juga menyayangkan keputusan Inggris mengubah peran Kane dari penyerang menjadi pemain bertahan di menit-menit krusial.
Kekalahan ini mengakhiri harapan Inggris untuk tampil di final Piala Dunia 2026, sementara Argentina melangkah ke partai puncak menghadapi Spanyol.















