Sumbawanews.com,- Petarung keturunan Indonesia asal Amerika Serikat, Bilal Hasan, akan membuat debut resmi di UFC pada Sabtu (29/8) di Shanghai, China, menghadapi Nilson Rojas di UFC Fight Night 286. Lahir di Oahu, Hawaii, pada 16 Juli 2001, Bilal sudah menggeluti beladiri sejak usia empat tahun dengan Taekwondo, hingga akhirnya masuk tim nasional AS di usia 15 hingga 17 tahun. Pengalaman itu menjadi pintu masuknya ke dunia MMA, setelah ia terpesona oleh gaya bertarung dan kepercayaan diri Conor McGregor di UFC.
Bilal mengungkapkan lima petarung UFC yang menjadi idolanya: Demetrious Johnson, Conor McGregor, Petr Yan, Sean O’Malley, dan Max Holloway. Menariknya, ia tidak menyebut Khabib Nurmagomedov dalam daftar tersebut. Baginya, Johnson adalah yang terbaik, sementara McGregor menjadi sosok yang menginspirasi keputusannya menekuni MMA—terutama setelah menyaksikan gerakan kaki dan sikapnya di atas ring.
Debutnya di UFC menjadi momen penting setelah ia berhasil meraih kontrak melalui kemenangan di Dana White Contender Series pada 11 Agustus lalu. Meski mengincar kemenangan, Bilal menekankan pentingnya menikmati proses. “Idealnya menang di ronde pertama, tapi saya tidak ingin buru-buru. Saya ingin tetap tenang,” ujarnya. Namun, dalam prediksi pribadinya, ia yakin bisa mengakhiri laga dengan KO di ronde kedua.
Dengan julukan “Indoninja”, Bilal bukan hanya membawa darah Indonesia ke panggung global, tapi juga menjadi simbol baru bagi atlet muda keturunan Indonesia yang bermimpi menembus kancah MMA dunia.















