Sumbawanews.com,- Indonesia menurunkan 14 wakil terbaiknya di Kejuaraan Dunia Badminton 2026 yang akan berlangsung di Indira Gandhi Stadium, India, dari 17 hingga 23 Agustus. Dari sektor tunggal putra, Jonatan Christie dan Alwi Farhan menjadi harapan utama, sementara Putri Kusuma Wardani dan Thalita Ramadhani Wiryawan menjadi wakil tunggal putri. Di ganda putra, pasangan unggulan dunia Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri tampil sebagai favorit kuat, didukung oleh Sabar Karyaman Gutama/M Reza Isfahani dan Raymond Indra/Nikolaus Joaquin. Untuk ganda putri, tiga pasangan Indonesia—Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum, Febriana D. Kusuma/Meilysa T. Puspitasari, dan Isyana Syahira Meida/Rinjani K. Nastine—siap berjuang, sementara di ganda campuran, empat pasangan termasuk Rehan N. Kusharjanto/Gloria E. Widjaja dan Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah membawa beban besar untuk mengakhiri puasa gelar.
Sejak Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan merebut gelar juara dunia ganda putra pada 2019, Indonesia belum lagi menyentuh puncak podium Kejuaraan Dunia. Tujuh tahun tanpa gelar—termasuk absennya medali emas di edisi 2021, 2022, 2023, dan 2025—menjadikan momen ini sebagai ujian terberat sekaligus peluang terbesar untuk bangkit. Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, yang baru saja menjuarai turnamen Jepang dan China dalam dua ajang terakhir sebelum Kejuaraan Dunia, menjadi harapan paling realistis untuk merebut emas. Di sisi lain, nama-nama seperti Putri Kusuma Wardani, yang meraih medali perunggu di Kejuaraan Dunia 2025, serta Alwi Farhan, Sabar Karyaman/M Reza Isfahani, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin, dan Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum dinilai memiliki potensi besar untuk menciptakan kejutan.
Dengan kekuatan tim yang seimbang antara pengalaman dan energi muda, Indonesia berharap bisa memutus rentetan kegagalan dan kembali menjadi kekuatan dominan di dunia badminton. Tantangan besar menanti di India, tapi tekad untuk kembali ke puncak sudah terukir jelas dalam daftar pemain yang diberangkatkan.















