Sumbawanews.com,- Gavi, gelandang muda Barcelona, secara tegas menolak semua tawaran pindah dari Manchester United dan memutuskan untuk tetap bertahan di Camp Nou. Meski Setan Merah dikabarkan siap mengajukan penawaran senilai 35 juta poundsterling (sekitar 41 juta euro) untuk memboyongnya, pemain berusia 20 tahun itu menyatakan komitmennya untuk melanjutkan karier bersama Barca dan memperjuangkan kembali peran utamanya di bawah pelatih Hansi Flick. Keputusan ini diambil setelah ia kembali dari cedera lutut serius yang membuatnya absen selama enam bulan dan menunjukkan semangat tinggi dalam laga persahabatan melawan Daegu FC pada 4 Agustus 2025, di mana ia mencetak gol bersama Lamine Yamal.
Manchester United memang tengah memperkuat lini tengah menjelang musim baru, setelah sebelumnya menghabiskan 85 juta pound untuk mendatangkan Youri Tielemans dan Andrey Santos. Gavi masuk dalam daftar target utama mereka sebagai solusi jangka panjang di posisi gelandang serang. Namun, upaya klub asal Manchester itu gagal menarik minat sang pemain, yang justru lebih fokus membuktikan nilai dirinya di tengah persaingan ketat di Barcelona. Kedatangan Rodri membuat kompetisi di lini tengah semakin sengit, namun Flick tetap memberi kepercayaan kepada Gavi—sebuah kepercayaan yang ingin dibalasnya dengan performa konsisten di Liga Spanyol.
Gavi bergabung dengan akademi La Masia sejak usia 11 tahun dan menjadi salah satu produk terbaiknya. Meski sempat terpuruk akibat cedera dan minimnya menit bermain, ia tak pernah goyah dalam loyalitasnya terhadap klub yang membentuknya. Dalam laga lanjutan Liga Spanyol 2024/2025 melawan Sevilla pada 21 Oktober 2024, ia kembali tampil dan menyambut antusiasme suporter dengan melambaikan tangan di tepi lapangan—momen simbolis dari keinginannya untuk bangkit dan menjadi pilar penting kembali.
Dengan keputusan ini, Barcelona berhasil mempertahankan salah satu aset terpenting generasi muda mereka, sekaligus menggagalkan ambisi Manchester United untuk memperkuat lini tengah dengan bintang muda berbakat asal Spanyol. Gavi kini fokus pada misi pribadi: membuktikan bahwa ia masih mampu menjadi mesin penggerak di tengah lapangan, dan membantu Barca meraih gelar di tengah persaingan sengit di La Liga.














