Sumbawanews.com,- Argentina akan bertemu Spanyol dalam final Piala Dunia 2026 pada Senin, 20 Juli 2026, dini hari WIB, di New York/New Jersey Stadium. Laga puncak ini mempertemukan tim yang sama-sama melaju ke final setelah menang di semifinal—Argentina mengalahkan Inggris 2-1, sementara Spanyol menang 2-0 atas Prancis. Pertandingan ini menjadi sorotan global, bukan hanya karena reputasi kedua tim, tetapi juga karena simbolisme generasi: Lionel Messi, sang legenda yang berpeluang meraih gelar kedua berturut-turut, menghadapi Lamine Yamal, bintang muda Spanyol yang kini menjadi ancaman utama di lini serang.
Di semifinal, Argentina bangkit dari tertinggal 0-1 melawan Inggris berkat dua assist Lionel Messi yang membuahkan gol Enzo Fernández dan Lautaro MartÃnez pada menit ke-85 dan 90+2. Sementara itu, Spanyol menaklukkan Prancis dengan dua gol dari Mikel Oyarzabal (penalti) dan Pedro Porro di Stadion Dallas. Kedua tim sama-sama tampil impresif, meski Argentina menghadapi kritik atas sejumlah keputusan wasit, termasuk pembatalan gol Mesir dalam pertandingan sebelumnya yang dianggap kontroversial. Messi membantah tudingan itu, menegaskan bahwa keberhasilan timnya adalah hasil kerja keras, bukan keberuntungan.
Di sisi Spanyol, Lamine Yamal—yang pernah dilatih langsung oleh Messi di akademi—tampil konsisten di semua laga Piala Dunia 2026, meski baru mencetak satu gol. Namun, kecepatan dan pergerakannya menjadi kunci serangan La Furia Roja. Sayangnya, Yamal dan Pedro Porro tidak ikut latihan penuh tim pada sesi pertama jelang final, karena menjalani program pemulihan kebugaran terpisah akibat kelelahan. Tim pelatih Luis de la Fuente menjamin keduanya akan siap tampil, meski status kebugarannya masih dipantau ketat.
Pertandingan ini bukan sekadar final antara dua juara dunia—Argentina pernah menjuarai Piala Dunia 2022, Spanyol adalah juara Euro 2024—tetapi juga momen transisi. Apakah ini akhir dari era Messi sebagai pemimpin tim, atau awal dari dominasi generasi baru yang dipimpin oleh Yamal? Jawabannya akan terungkap di atas lapangan, bukan dalam narasi media. Dengan segala beban sejarah dan harapan, dunia menanti laga yang mungkin menjadi salah satu final paling berarti dalam sejarah sepak bola modern.















