Sumbawanews.com,- Presiden FIFA Gianni Infantino secara resmi meminta maaf atas kesalahan prosedur dalam rencana pembentukan FIFA Forward Enterprise (FFE), sebuah badan yang dirancang untuk mengelola hak komersial, penyiaran, dan sponsor Piala Dunia — sebuah langkah yang akhirnya dibatalkan. Permintaan maaf itu disampaikan dalam rapat darurat FIFA di Rabat, Maroko, pada Rabu (5/8), melalui surat resmi yang ditandatangani Infantino dan Sekretaris Jenderal FIFA Matias Grafström. FIFA mengakui bahwa proses pembentukan FFE gagal melibatkan Dewan FIFA dan 211 asosiasi anggota secara transparan, serta terjadi kesalahan setelah proposal bocor ke media. Proposal tersebut kini dinyatakan tidak berlanjut, dan rencana menjual saham Piala Dunia kepada pihak swasta secara resmi dibatalkan.
FIFA menegaskan bahwa tidak ada niat untuk mengabaikan peran anggota atau mengambil keputusan tanpa konsultasi. Surat permintaan maaf telah dikirimkan secara resmi kepada seluruh anggota Dewan FIFA dan seluruh asosiasi nasional. Selain itu, FIFA berkomitmen melakukan peninjauan menyeluruh terhadap prosedur internal dan akan melaporkan hasilnya pada pertemuan Dewan FIFA berikutnya. Sebelumnya, Infantino pernah mengusulkan penjualan saham Piala Dunia dengan tenggat persetujuan dari anggota pada September, serta menawarkan bantuan dana sebesar US$40 juta kepada negara-negara yang mendukung rencana tersebut. Namun, respons negatif dari berbagai asosiasi dan tekanan publik memaksa FIFA menarik kembali inisiatif ini.
Meski rencana itu gagal, FIFA tetap menyatakan dukungan penuh terhadap kepemimpinan Infantino sebagai presiden.















