Sumbawanews.com,- Federico Valverde resmi ditunjuk sebagai kapten pertama Real Madrid di bawah arahan pelatih Jose Mourinho, memulai era baru dengan tanggung jawab lebih besar setelah musim 2025/26 yang penuh pasang surut. Gelandang asal Uruguay itu mencatat 49 penampilan, sembilan gol, dan sembilan assist di semua kompetisi sepanjang musim lalu, termasuk performa gemilang saat menghancurkan Manchester City di Liga Champions. Mourinho kini bertugas mengembalikan identitas permainan asli Valverde—bukan sebagai regista pengatur tempo, tetapi sebagai gelandang box-to-box yang agresif, energik, dan lincah di sisi kanan.
Valverde tidak dirancang untuk menggantikan peran Toni Kroos atau Andrea Pirlo. Keunggulan utamanya justru terletak pada kemampuannya berlari tanpa henti, menekan lawan, membantu pertahanan, dan masuk ke area serangan dari sisi kanan. Fleksibilitasnya yang luar biasa—pernah bermain sebagai gelandang kanan, winger, bahkan bek kanan dalam situasi tertentu—menjadikannya aset unik yang bisa menghubungkan lini tengah dengan serangan. Ketika beroperasi di sisi kanan, ia tidak hanya memberi dukungan kepada bek, tetapi juga membuka ruang bagi rekan-rekannya untuk mengatur ritme permainan tanpa kehilangan intensitas di lini tengah.
Mourinho menekankan bahwa kunci kebangkitan Valverde bukan pada meniru gaya pemain lain, melainkan memaksimalkan kekuatan alaminya: agresivitas, pergerakan vertikal, dan daya tahan fisik yang luar biasa. Pemain berusia 27 tahun ini, yang kini memasuki musim kesembilannya bersama Real Madrid, menyambut peran barunya dengan antusias dan siap belajar dari pelatih asal Portugal itu. Dengan membebaskannya dari tekanan untuk menjadi “pengatur permainan”, Valverde berpotensi kembali menjadi mesin penggerak tim yang mampu menghancurkan struktur lawan dan menciptakan ancaman dari lini kedua.
Jika Mourinho berhasil mengembalikan semangat dan peran asli Valverde, Real Madrid tidak hanya mendapatkan kapten yang inspiratif, tetapi juga salah satu gelandang paling berbahaya di Eropa—bukan karena tekniknya yang halus, tapi karena kegigihannya yang tak pernah padam.















