Home Berita Olah Raga Empat Kandidat Juara Super League 2026/2027 Masih Dominan, Bung Kus Ungkap Alasannya

Empat Kandidat Juara Super League 2026/2027 Masih Dominan, Bung Kus Ungkap Alasannya

Sumbawanews.com,- Pengamat sepak bola Kusnaeni atau akrab disapa Bung Kus memprediksi empat tim besar—Persija Jakarta, Persib Bandung, Persebaya Surabaya, dan Borneo FC—akan kembali mendominasi papan atas Super League 2026/2027, mirip dengan musim sebelumnya. Menurutnya, meski terjadi perubahan komposisi pemain dan pelatih, kekuatan struktural dan strategis keempat klub itu tetap menjadi fondasi utama dalam persaingan gelar. Prediksi ini disampaikan Bung Kus dalam tayangan YouTube *Blind Spot* pada Kamis, 3 September 2026.

Bung Kus menilai Persib Bandung melakukan transfer strategis dengan mendatangkan Mariano Peralta, yang dinilainya sebagai solusi atas kekurangan kreativitas dan produktivitas di lini depan selama dua musim terakhir. Peralta, menurutnya, tidak hanya mampu mencetak gol, tetapi juga menjadi pengatur serangan yang bisa memaksimalkan potensi pemain seperti Balsa Kulic, Luka Menalo, dan William Barros. Sementara itu, Persija Jakarta dianggap memiliki warna baru dengan kehadiran Shin Tae-yong sebagai pelatih, yang diyakini bisa menjaga konsistensi tim sepanjang musim, mengingat performa mereka musim lalu yang sempat memimpin klasemen selama 15 pekan sebelum turun ke peringkat tiga.

Persebaya Surabaya dinilai sebagai tim yang paling cerdas dalam transfer, dengan keberhasilan merekrut Yuran Fernandes untuk memperkuat lini belakang dan Alex Martins sebagai ujung tombak pencetak gol. Bung Kus menyebut tambahan pemain lain membuat skuad Persebaya cukup solid untuk menjadi ancaman serius bagi favorit juara. Di sisi lain, Borneo FC tetap dianggap layak diperhitungkan meski kehilangan sejumlah pemain kunci seperti Mariano Peralta, Nadeo Argawinata, Christophe Nduwarugira, dan Kei Hirose—namun kemampuan klub dalam merekrut pengganti yang tepat menjaga posisinya di papan atas.

Selain empat kandidat utama, Bung Kus menyebut Persita Tangerang, Arema FC, PSM Makassar, PSIM Yogyakarta, dan Persik Kediri sebagai tim yang berpotensi menjadi kuda hitam. Java United, yang kini bermarkas di Semarang setelah sebelumnya berbasis di Maluku Utara, juga menjadi perhatian. Menurutnya, tantangan terbesar tim ini bukan pada kualitas pemain—yang masih memiliki nama-nama seperti Ciro Alves, David da Silva, Yakob Sayuri, Yance Sayuri, Keisuke Hirose, dan Gustavo Franca—melainkan pada adaptasi sosial dan psikologis di lingkungan baru, termasuk membangun dukungan suporter.

Bung Kus juga menyoroti beban ganda yang akan dihadapi Persib akibat partisipasi di AFC Champions League Two, yang menuntut manajemen fokus dan kedalaman skuad yang matang. Ia menekankan bahwa keberhasilan tim bukan hanya ditentukan oleh kualitas individu, tetapi oleh kedalaman skuad sejak awal musim—rekrutmen di tengah musim hanya boleh bersifat menambal, bukan membangun ulang.

Dalam perkembangan terpisah, duel klasik Persija vs Persib telah dipastikan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada 12 September 2026, setelah mendapat kepastian resmi dari I.Liga dan Polri, mengakhiri penantian tujuh tahun tanpa pertandingan klasik di venue tersebut.

Previous articlePersebaya Siap Hadapi Tantangan Berat Lawan Bhayangkara di Laga Pembuka Super League 2026-2027
Next article7.908 Iklan Lowongan Kerja Fiktif di Luar Negeri Dihapus P2MI