Sumbawanews.com,- Laga persahabatan antara tim gabungan Kementerian Luar Negeri Indonesia dan tim diplomatik Amerika Serikat, Kanada, serta Meksiko digelar di Lapangan A Gelora Bung Karno, Jakarta, pada Sabtu, 18 Juli 2026. Pertandingan ini menjadi penutup rangkaian kegiatan kolaboratif menjelang Piala Dunia 2026 yang akan dihelat bersama oleh ketiga negara tersebut.
Pertandingan yang berlangsung dengan nuansa sportivitas tinggi diikuti oleh para pejabat diplomatik, termasuk Duta Besar AS untuk ASEAN Kevin Kim, Kuasa Usaha Ad Interim Kedutaan Besar AS Joy Sakurai, Duta Besar Meksiko Francisco de la Torre Galindo, Konselor Politik dan Ekonomi Kanada Juan-Pablo Valdes, serta Direktur Jenderal Amerika dan Eropa Kemenlu RI Grata Endah Werdaningtyas. Selain sebagai ajang olahraga, laga ini dirancang sebagai simbol solidaritas dan kemitraan internasional yang telah lama terjalin antara Indonesia dan ketiga tuan rumah Piala Dunia 2026.
Dalam sambutannya, Kevin Kim menekankan peran sepak bola sebagai jembatan budaya yang mampu menyatukan bangsa-bangsa. “Sepak bola memiliki kemampuan unik untuk membangun hubungan lintas budaya, dan kami menyambut setiap kesempatan untuk mempererat hubungan dengan Meksiko, Kanada, dan Indonesia,” ujarnya. Senada, Joy Sakurai menambahkan bahwa pertandingan ini mengingatkan kita bahwa olahraga mampu menjembatani masyarakat dan memperkuat kemitraan di luar lapangan.
Duta Besar Meksiko, Francisco de la Torre Galindo, memuji antusiasme masyarakat Indonesia terhadap sepak bola selama rangkaian kegiatan Piala Dunia 2026. “Menyaksikan semangat luar biasa masyarakat Indonesia benar-benar menjadi pengalaman tak terlupakan,” katanya. Sementara itu, Juan-Pablo Valdes dari Kanada menegaskan bahwa warisan Piala Dunia melampaui pertandingan di stadion—ia menyentuh kerja sama antarnegara yang berkelanjutan.
Pertandingan ini tidak hanya menampilkan permainan sepak bola, tetapi juga menjadi ruang pertukaran budaya dan dialog antarbangsa, menegaskan komitmen bersama dalam membangun masa depan olahraga global yang inklusif dan berkelanjutan.















