Sumbawanews.com,- Hakan Calhanoglu mengungkap kunci keberhasilan Cristian Chivu membawa Inter Milan meraih dua gelar domestik—Scudetto dan Coppa Italia—di musim debutnya sebagai pelatih pada 2025/2026. Pemain asal Turki itu menekankan, keberhasilan Nerazzurri tak hanya berakar dari taktik, tapi dari kedekatan emosional Chivu dengan para pemain.
Chivu menggantikan Simone Inzaghi setelah kekalahan 0-5 dari Paris Saint-Germain di final Liga Champions 2024/2025. Meski minim pengalaman melatih tim besar dan banyak yang meragukan kemampuannya, ia justru mempertahankan dominasi Inter di kancah domestik. Di bawah asuhannya, Inter tidak hanya bertahan, tapi meraih Scudetto dan Coppa Italia dalam satu musim—prestasi yang belum pernah dicapai pelatih baru sejak masa Roberto Mancini.
Calhanoglu menuturkan, Chivu lebih dari sekadar pelatih. “Dia lebih memedulikan sisi personal, bukan sekadar sepak bola. Perasaan Anda lebih diutamakan, dan dia terbuka terhadap segalanya,” ujar Calhanoglu. Menurutnya, pendekatan humanis Chivu menciptakan ruang aman bagi pemain untuk berkembang, baik secara teknis maupun psikologis. “Dia seperti saudara atau teman; Anda selalu bisa membicarakan apa saja dengannya.”
Pendekatan taktis Chivu yang solid juga turut menopang keberhasilan tim. Ia mampu menjaga konsistensi performa meski menghadapi tekanan besar setelah kepergian Inzaghi, yang sebelumnya membawa Inter meraih satu Scudetto, dua Coppa Italia, tiga Supercoppa Italia, dan dua kali finis runner-up Liga Champions.
Kini, Inter menjadi tim yang ditakuti di Serie A, dan Chivu—mantan kapten tim nasional Rumania—telah membuktikan bahwa kepemimpinan sejati bukan hanya soal rekor, tapi soal kepercayaan yang dibangun setiap hari di ruang ganti.















