Sumbawanews.com,- Dalam empat tahun terakhir, Chelsea dan Aston Villa telah melakukan delapan transfer pemain langsung satu sama lain—lebih banyak daripada pasangan klub manapun di Premier League. Kiper Argentina Emiliano Martinez resmi bergabung dengan Chelsea pada 2026, menjadi transfer terbaru dalam rangkaian pertukaran yang kian intens. Sebelumnya, pada musim panas 2026, Chelsea merekrut Morgan Rogers dengan rekor transfer domestik senilai 117 juta pound, sementara Villa meminjam Alejandro Garnacho dari Chelsea dan mempermanenkan Nicolas Jackson. Di musim dingin 2025, Villa meminjam Axel Disasi dari Chelsea, sementara pada 2024, mereka mendatangkan Omari Kellyman dan Ian Maatsen dari Blues, setelah Chelsea lebih dulu merekrut Carney Chukwuemeka dari Villa pada 2022 dengan nilai 20 juta pound.
Sejak 2022, Chelsea telah menghabiskan total 163,5 juta pound untuk merekrut pemain dari Aston Villa, sementara Villa mengeluarkan 102,5 juta pound untuk mendatangkan pemain dari Stamford Bridge. Jika Garnacho dipermanenkan, total pengeluaran Villa akan naik menjadi 150,5 juta pound. Rangkaian pertukaran ini bukan hal baru: sejak era 2010-an, kedua klub telah saling memindahkan nama-nama besar seperti Tammy Abraham, Ross Barkley, Danny Drinkwater, Ryan Bertrand, Steve Sidwell, Andy Townsend, hingga John Terry yang pindah ke Villa pada 2017 setelah 19 tahun membela Chelsea.
Kedekatan transfer antara dua klub ini kini menjadi fenomena unik di liga Inggris—bukan hanya karena frekuensinya, tapi juga karena nilai dan dampaknya terhadap komposisi tim. Dengan Martinez yang kini menggantikan posisi kiper utama di Chelsea, dan Garnacho yang kembali ke Villa setelah satu musim bersinar di Stamford Bridge, hubungan kedua klub tampaknya akan terus berlanjut—bukan hanya sebagai lawan di lapangan, tapi juga sebagai mitra strategis di bursa transfer.















