Sumbawanews.com,- Empat dari lima pelatih Spanyol yang memimpin tim di Premier League 2026/2027 berasal dari provinsi kecil Gipuzkoa, Basque, Spanyol. Mereka adalah Unai Emery, Mikel Arteta, Xabi Alonso, dan Andoni Iraola—semua lahir dan dibesarkan dalam jarak kurang dari 30 menit berkendara satu sama lain. Hanya Alvaro Arbeloa yang berasal dari wilayah berbeda, membuat dominasi pelatih asal Basque menjadi fenomena unik di liga paling kompetitif dunia.
Emery lahir di Hondarribia, Arteta di San Sebastián, Alonso di Tolosa, dan Iraola di Usurbil—semua kota kecil yang saling berdekatan di ujung utara Spanyol. Meski berbeda klub, mereka membawa pola pikir yang sama: disiplin tinggi, etos kerja kolektif, dan prioritas mutlak pada tim di atas individu. Xabi Alonso, yang baru resmi menangani Chelsea, mengungkapkan bahwa tidak ada “rahasia” di balik kesuksesan mereka. “Ini lebih soal kepribadian, jiwa kompetitif, dan tanggung jawab bersama. Kami selalu mengutamakan tim di atas segalanya,” ujarnya usai laga persahabatan melawan AC Milan di SUGBK, Sabtu (8/8/2026) malam.
Iraola, yang baru musim ini menangani Liverpool, sempat membawa tim Yunani ke puncak domestik sebelum melangkah ke Premier League. Sementara Emery, Arteta, dan Alonso telah membuktikan diri dengan trofi-trofi bergengsi—mulai dari Europa League hingga gelar liga domestik. Kehadiran mereka secara bersamaan di puncak manajemen Inggris bukan kebetulan, tapi hasil dari budaya sepak bola yang kuat, pendidikan pelatih yang terstruktur, dan semangat komunitas yang tak tergoyahkan.
Alonso menambahkan, ia mengenal masing-masing rekan sesama pelatih Basque dengan sangat dekat. “Saya tahu mereka semua, mereka semua bagus. Saya sangat familiar dengan perjalanan mereka. Semoga semua sukses musim ini,” katanya. Dengan empat dari lima pelatih Spanyol berasal dari satu daerah kecil, Premier League kini bukan hanya menjadi ajang pertarungan klub—tapi juga sebuah panggung bagi kebangkitan identitas Basque di kancah sepak bola global.















